Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Amerika dan Australia Pertanyakan Kasus Rabies
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah Amerika dan Australia mempertanyakan penularan kasus rabies yang semakin meluas di Bali. Pertanyaan tentang perkembangan rabies di Bali disampaikan kedua pemerintah melalui konsul perwakilan yang ada di Bali kepada pemerintah daerah Bali dan biro perjalanan wisata di Bali.
Ketua Asosiasi perjalanan Wisata (ASITA) Bali Al Purwa pada keteranganya di Denpasar (19/9) menyatakan selain Amerika dan Australia, beberapa biro perjalanan wisata internasional juga sempat mempertanyakan perkembangan kasus rabies di Bali.
Menurut Al Purwa sampai saat ini belum ada ada biro perjalanan wisata yang membatalkan atau mengalihkan kunjungan.Begitu juga sampai saat ini belum ada negara yang memberlakukan larangan berkunjung ke Bali akibat kasus rabiesi.
Tidak ada yang menjelaskan bahwa saya batal karena takut rabies itu tidak ada. Semua orang khawatir dan boleh saja dia khawatir dengan apa saja, ujar Al Purwa.
Al Purwa menyampaikan yang terpenting dilakukan pemerintah daerah Bali saat ini adalah memberikan informasi yang jelas kepada negara-negara di dunia tentang upaya Bali dalam menanggulangi rabies.Berdasarkan data Dinas Pariwisata Bali, walaupun kasus rabies terjadi di Bali, namun tingkat kunjungan wisatawan ke Bali terus mengalami peningkatan.
Dibandingkan periode Januari-Juli tahun lalu, tingkat kunjungan pada tahun ini meningkat 12 persen mencapai 1,4 juta wisatawan.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3810 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1756 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang