Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Gebyar Produk Samsung, Dosen Unud Nyaris Tertipu
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Salah satu Dosen Pertanian Universitas Udayana (Unud) Prof. Ir. Dewa KS, nyaris menjadi korban penipuan Gebyar undian dari produk Samsung.
Usai melaporkan ke Dit Reskrim Polda Bali, Dewa KS mengatakan, penipuan yang dialaminya berawal dari diterimanya SMS berbahasa Inggris yang belakangan diketahui berasal dari Inggris. Di SMS itu tertera alamat email samsungevo@live.co.uk.
Korban mencoba menyelidiki dan membalas email tersebut.
Jawaban ada di email dan keluarlah semacam sertifikat reward ada identitas saya, ungkapnya, pada Rabu (22/09).
Namun, dosen Unud itu diminta untuk melampirkan identitas lainnya termasuk paspor yang sedianya untuk keberangkatan ke Inggris.
Saya diminta berangkat ke Inggris untuk mengambil hadiah uang tunai sebesar 650 ribu poundsterling, ulasnya.
Dikatakan korban, ia diwajibkan untuk mengurus administrasi agar uang yang tersimpan di bank bisa dicairkan. Korban mengaku sangat tertarik, apalagi hadiah yang ditawarkan besar.
Tapi saya belum percaya dan menanyakan ke Konsulat Inggris, terangnya.
Beruntung saja, setelah bertemu dengan pihak Konsulat, petugas menerangkan bahwa kejadian tersebut adalah penipuan. Tak hanya korban, sebelumnya dua orang lokal telah mengalami hal serupa.
Tak tanggung tanggung, salah seorang korbannya yang berasal dari Jimbaran mengalami kerugian Rp 15 milyar.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Gde Sugianyar meminta masyarakat untuk berhati hati apabila menerima iming iming hadiah.
Masyarakat harus berhati-hati dengan segala bentuk modus penipuan. Cek kebenarannya, himbaunya. (spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun