Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
BMKG Ingatkan Waspadai Fenomena Lanina
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Denpasar mengingatkaan masyarakat Bali untuk mewaspadai fenomena alam lanina yang diprediksi mencapai puncak pada November hingga Desember mendatang.
Dimana akibat fenomena lanina akan membawa dampak hujan lebat dengan intensitas lebih dari 50-100 mm/jam.
Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG fbmkd Endro Tjahjono pada keteranganya di Renon, Kamis (30/9) menyatakan berdasarkan analisis BMKG Denpasar fenomena lanina telah mulai dirasakan di Bali dengan terjadinya hujan lebat dalam waktu lebih dari 2 jam.
Menurut Endro, kondisi yang harus sangat diwaspadai adalah ketika hujan lebat dengan intensitas diatas 100 mm/jam dengan jangka waktu lebih dari 2 jam. Sebab hujan dengan karakteristik tersebut cendrunng akan diikuti dengan bencana banjir dan tanah longsor.
Kalau kemiringan lebih dari 35 derajat dan gundul makan akan terjadi longsor, sedangkan di dataran rendah maka akan terjadi banjir, ujar Endro Tjahjono.Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Denpasar Endro Tjahjono mengungkapkan terjadinya lanina diakibatkan oleh meningkatnya suhu permukaan laut di perairan Indonesia.
Dimana fenomena lanina di Indonesia mempunyai dua siklus berulang yaitu siklus 2 tahun dan siklus 8 tahun.Endro Tjahjono menambahkan khusus untuk fenomena lanina pada tahun ini menurut perkiraan BMKG akan terjadi hingga April 2011.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3874 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2088 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2008 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1920 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1783 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun