Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Keluarga Korban Minta Tersangka Dihukum Mati
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dewa Gede Suparta sangat menyayangkan pelaku pembunuhan terhadap anak kandungnya Dewa Ayu Agung Diah Cahyani (18), orang Bali. Mereka pun meminta tersangka dihukum mati.
Disela–sela pertemuan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bangli ini mengucapkan terima kasih atas pengungkapan yang dilakukan aparat kepolisian. Namun disisi lain, Dewa Gede Suparta meminta pelakunya dihukum seberat beratnya.
“Saya minta kepada penegak hukum untuk menghukum tersangka dengan seberat-beratnya. Kalau perlu dihukum mati, karena anak saya juga mati,” kesalnya didampingi istri AA Istri Lestari.Dewa Gede Suparta yang saat itu mengenakan pakaian dinasnya sangat menyayangkan pelakunya orang Bali.
Menurutnya, orang Bali adalah orang baik-baik dan percaya hukum karmapala. Tapi dia cukup heran kenapa anaknya yang dibunuh.“Saya benci sama pelakunya, saya mau dia dihukum mati,” tuturnya lagi.Gede Suparta menduga masih ada pelaku lain dibalik kematian Echa, anak kesayangannya ini. Perihal itu muncul dari kecurigaannya menyangkut kerapian selimut yang menutupi anaknya, ditambah dengan terkuncinya pintu dari luar.
“Saya menduga pelaku lain masih ada. Kami meminta polisi untuk mengusutnya,” ujarnya sambil menangis dan mengatakan, cita-cita anaknya begitu mulia menjadi perawat yang sedianya akan merawat keluarga dan masyarakat.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5399 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3449 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2283 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1070 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan