Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Divonis 4 Bulan, Warga Jepang Dideportasi
Beritabali.com, Tuban
BERITABALI.COM, BADUNG.
Hideki Kato, terdakwa yang dijatuhi vonis 4 Bulan penjara dalam kasus narkoba, dideportasi ke negaranya, Jepang. Deportasi mantan pecandu ganja kering ini dilaksanakan oleh pihak Rumah Detensi Imigrasi dari LP Kerobokan ke Bandara Ngurah Rai, Tuban, pada Jumat (1/10).
Hideki Kato yang siang itu mengenakan pakaian serba hitam, tampak tersenyum lebar setelah keluar dari pintu LP Kerobokan.
Didampingi pengacaranya, Andre Rahmad SH, Hideki Kato yang mengenakan topi warna hitam, tampak sekali – kali bersenda gurau, sebagai ungkapan perasaan kebebasannya.
Tak banyak yang dilakukan setelah keluar dari pintu LP Kerobokan. Setelah pamitan dengan Pengacaranya, Hideki Kato langsung naik ke mobil Imigrasi yang sudah dipersiapkan.
“Dia segera dideportasi siang ini ke negaranya Jepang. Kita serahkan segalanya ke pihak Rumah Detensi Imigrasi,” jelas pengacara yang akrab dipanggil Andre ini, disela – sela deportasi.
Terpisah, mengenai deportasi Hideki Kato, Kepala Lapas Kerobokan Siswanto menjelaskan, pihaknya sudah menyerahkan Hideki Kato ke Rumah Detensi Imigrasi. Nantinya pihak Imigrasi yang mendeportasi.
“Tanyakan langsung ke pihak Rumah Tahanan Imigrasi, tadi sudah kami serahkan warga Jepang itu kesana,” bebernya, pada Jumat (1/10).
Seperti diketahui, vonis 4 Bulan dijatuhkan terhadap Hideki Kato, oleh majelis Hakim yang diketuai Putu Suike SH, di Pengadilan Negeri, pada Rabu (22/9).
Vonis yang dijatuhi majelis Hakim sangat ringan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nunik Nurleli SH, yang sebelumnya menuntut terdakwa Hideki selama 6 Bulan penjara.
Dalam fakta dipersidangan, terdakwa terbukti sebagai pemakai narkoba sesuai Pasal 127 UU RI nomor 35 tahun 2009 dan didukung keterangan ahli Dr Lely Setyowati, Dr Made yang merupakan Direktur Rumah Sakit Jiwa, Prop Bali.
Menanggapi putusan majelis Hakim, Penasehat Hukum terdakwa Andre Rahmad SH menyatakan sependapat dengan putusan majelis Hakim.
Diterangkannya, hal ini sudah sesuai dengan fakta dipersidangan dan SEMA nomor 07 tahun 2009 yang menyatakan bahwa pecandu wajib menjalani pengobatan medis/rehabilitasi untuk menyembuhkan. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2447 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1937 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1794 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun