Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Boss Art Shop Tewas Dibacok di Depan Pintu

Beritabali.com, Denpasar

Selasa, 5 Oktober 2010, 21:30 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Belum tuntas kasus terbunuhnya Jefry Sembiring di Kuta, Polsek Kuta kembali kebagian tugas baru, yakni terbunuhnya Heri alias Hartoyo (38) di Jalan By Pass Ngurah Rai, pada Minggu (3/10) malam. Korban tewas mengenaskan dengan luka tebas di leher.

Setelah dirawat intensif selama dua hari di ruang ICU RSUP Sanglah, korban akhirnya tewas pada Selasa (5/10) dengan luka bacok di bagian leher.

Tim forensik RSUP Sanglah dipimpin Kepala Instalasi Forensik RS Sanglah, dr. Dudut Rustyadi menerangkan, luka yang terdapat pada leher Hery cukup panjang yakni 20 sentimeter.


Dari hasil visum luar, terdapat luka yang telah dirawat dengan 19 jahitan benang hitam pada leher bagian belakang, berbentuk garis dengan arah mendatar sepanjang 20 sentimeter, ungkapnya.

Sementara itu, informasi yang dihimpun di RSUP Sanglah, Hery adalah pemilik Artshop di Jalan By Pass Ngurah Rai dekat RS Graha Asih. Rumahnya satu atap dengan Artshop. Sebelum tewas, korban dikabarkan menerima tamu pada Minggu sekitar pukul 22.00 Wita.

Korban mendengar ketukan pintu dari luar saat berduaan dengan istrinya didalam rumah. Mendengar orang mengucapkan salam dari luar, Hery langsung keluar untuk membukakan pintu.



Tak disangka, usai membuka pintu rumah, pelaku yang diduga sudah menyiapkan senjata tajam langsung menebas leher korban. Dalam waktu sekejab tubuh korban kelimpungan dan bermandikan darah segar. Herannya, aksi cepat sang pembunuh tanpa diketahui istrinya yang sedang menunggu di dalam rumah.

Saya heran karena suami saya belum masuk ke dalam rumah. Saya coba melihat ke depan, jelas istri korban yang memberikan komentar saat di kamar jenasah.

Sang istri kaget melihat suaminya terkapar bermandikan darah didepan pintu. Oleh tetangga sekitar, korban segera dilarikan ke Instalasi Rawat Darurat (IRD) RS Sanglah.

Kematian pengusaha kerajinan kerang itu sejauh ini masih misterius. Aparat kepolisian terkesan belum bisa menangkap pelakunya.

Terang saja, polisi kesulitan melakukan pengusutan karena tidak ada saksi yang melihat. Apalagi kejadian tersebut berlangsung pada malam hari.

Sementara itu, salah seorang rekan bisnis korban, Didit, mengatakan, sebelum tewas, pada Minggu pagi korban bersama teman-temannya metting di rumah korban. Dalam rapat tersebut mereka membuat grup usaha.

Kami rapat di rumah korban dan membentuk grup usaha, ungkap Didit. Didit mengatakan, diadakannya rapat untuk mengatasi persaingan bisnis yang sudah setahun ini berlangsung. Ada oknum pengusaha sejenis yang melakukan persaingan tidak sehat. Saya menduga ada kaitannya dengan bisnis, terang Didit.

Kapolsek Kuta AKP Gde Ganefo mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian. Kita masih mengusut. Saksi saksi masih diperiksa, jelasnya. (Spy)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami