Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kejari : Nurjaya Dikhawatirkan Menghilangkan Bukti

Senin, 11 Oktober 2010, 19:46 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar akhirnya memberikan alasan penahanan mantan Kepala Dinas Pariwisata Bali Gede Nurjaya. Pihak Kejari Denpasar menegaskan penahanan tersebut telah sesuai dengan prosedur karena Nurjaya dikhawatirkan menghilangkan alat bukti.

Demikian dikatakan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Denpasar, Albert Napitulu.

Menurutnya, pihaknya sudah menjalankan prosedur penahanan terhadap Nurjaya pada Kamis (7/10) lalu. Penahanan terhadap Ketua Umum Pengprov Pelti Bali itu pun dikatakan sudah didasarkan terhadap sejumlah pertimbangan dari kejaksaan.


Kita khawatir jika nantinya tersangka berusaha menghilangkan alat bukti, ungkapnya.

Albert meminta kepada pihak-pihak yang berusaha mempengaruhi keberadaan para saksi, untuk tidak ikut campur. Selain itu tersangka sudah tidak aktif lagi bertugas sebagai PNS.


Jadi sangat dimungkinkan tersangka bisa bepergian dengan leluasa,ulasnya.

Menyoal pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) yang saat itu dijabat oleh Putra Ambara, Albert memastikan jika kasus tersebut akan ditangani oleh serius oleh Kejari Denpasar.

Persoalan ditahan atau tidak, kita lihat saja nanti,ujarnya.

Sekadar diketahui, mantan Kepala Disparda Bali Nurjaya ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi dana sewa stand pada kegiatan promosi pariwisata di WTM London.

Padahal dana sewa stand sebesar Rp. 120.804.000 itu sudah dibayarkan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. (spy)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami