Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
90 Persen TPA Masih Open Dumping
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dari Hasil evaluasi Kementrian lingkungan hidup tercatat hampir 90 persen dari sekitar 400 tempat pengolahan Akhir (TPA) di seluruh Indonesia masih menggunakan sistem open dumping atau penimpunan sampah di tempat terbuka. Padahal disatu sisi sistem open dumping memerlukan tempat yang cukup luas.
Selain itu sistem open dumping merupakan pembuangan akhir yang tidak saniter dan tanpa pemrosesan. Selain meningkatkan populasi lalat yang menjadi perantara berbagai penyakit dan mencemari lingkungan serta sumber air tanah, sistem open dumping juga berujung pada bencana longsor akibat timbunan sampah.
Asisten Deputi Bidang Peningkatan peran Masyarakat Kementrian Lingkungan Hidup Tri Bangun Laksono usai pembukaan Workshop Pengelolaan Sampah Kertas berbasis Masyarakat di Denpasar, Selasa (19/10) menargetkan melalui penerapan undang-undang pengelolaan sampah maka pada 2013 mendatang tidak ada lagi TPA yang menerapkan open dumping.
Baca juga:
Thor: Love and Thunder Tayang Hari Ini
Pemerintah daerah sudah tidak boleh punya TPA open dumping pada 2013, perusahaan yang kemasannya berpotensi menjadi sampah juga harus sudah melakukan sesuatu, tegas Tri Bangun Laksono.
Asisten Deputi Bidang Peningkatan peran Masyarakat Kementrian Lingkungan Hidup Tri Bangun Laksono menegaskan pemerintah tidak akan memberikan toleransi bagi penghentian program open dumping.
Sehingga pemerintah daerah sudah harus mulai menyiapkan program daur ulang sampah termasuk melakukan revitalisasi TPA. (mlt)
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3760 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1699 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang