Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kuasa Hukum Sayangkan Sikap Polisi
Beritabali.com, Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kuasa Hukum Desa Adat Lemukih sangat menyayangkan aksi penangkapan yang dilakukan Jajaran Polres Buleleng, namun demikian diharapkan polisi melakukan prosedur sesuai aturan hukum yang berlaku.
Penangkapan yang dilakukan Jajaran Polres Buleleng dengan mengerahkan kekuatan secara penuh ke Desa Lemukih Kecamatan Sawan, senin (25/10) sangat disayangkan Kuasa Hukum Desa Adat Lemukih, Gede Harja Astawa, bahkan dinilai dalam oiperasi penangkapan itu terlalu berlebihan, namun diharapkan dalam penindakan tersebut polisi harus memenuhi prosedur yang berlaku.
“penangkapan yang dilakukan polisi terhadap warga di Desa Lemukih terlalu berlebihan, apalagi dengan pengerahan kekuatan polisi secara bersar-besaran, seperti menangkap teroris saja, cukup dengan surat pemanggilan pasti kita akan datang,” ungkap Kuasa Hukum Desa Adat Lemukih, Gede Harja Astawa.
Dalam menyikapi berbagai permasalahan di Desa Lemukih, polisi semestinya berlaku adil dan tidak membeda-bedakan antara kedua kelompok dalam melakukan proses secara hukum, “ yang jelas semuanya harus prosedur, tidak ada upaya untuk memfreser orang-orang yang ditangkap tersebut,” ujar Harja Astawa.
Sementara, empat orang warga Desa Lemukih di Kecamatan Sawan dipastikan sebagai tersangka dalam kasus pembakaran rumah milik pemegang sertifikat, namun demikian selain 4 orang tersebut, 6 warga lainnya juga diamankan Jajaran Polres Buleleng dengan status sebagai saksi.dan masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Buleleng dan Mapolsektif Kota Singaraja.
Empat warga Lemukih yang ditangkap tersebut diantaranya, Kepala Dusun Nangka, I Gede Rediasa alias Molen, Nyoman Sumerada, Wayan Sumadana dan Gede Suasta, sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan polisi diantaranya, sepeda motor Yamaha Yupiter biru DK 3791 UN, sepeda motor Honda Grand warna Hitam DK DK 3533 UC, dua buah senapan angin, tongkat kayu dan sejumlah pakaian yang diduga digunakan saat terjadinya aksi pembakaran.(sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan