Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Peneliti: �Anjing Tidak Bisa Baca Aturan�
Beritabali.com, Ungasan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Berdasarkan hasil pemantauan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana menunjukkan kegagalan penanggulangan penyebaran penularan rabies di Bali terjadi akibat lemahnya pengawasan lalu lintas pemasukan anjing antar kabupaten di Bali.
Kondisi ini terbukti dari wilayah penularan rabies yang telah terjadi di seluruh kabupaten di Bali, padahal sebelumnya hanya kabupaten badung dan Denpasar yang dinyatakan sebagai daerah tertular rabies.
Peneliti Rabies dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Prof. Dr. I Gusti Ngurah Mahardika disela-sela peringatan hari rabies sedunia di Ungasan Jimbaran, Jumat(29/30) menyatakan secara aturan pemerintah daerah Bali dan kabupaten kota di Bali telah memiliki aturan mengenai lalu lintas pemasukan anjing antar kabupaten. Namun dalam implementasinya di lapangan sama sekali tidak terdapat pengawasan.
Tidak ada yang melakukan pengawasan lalu lintas anjing, Kalau ada aturan, anjing kan tidak bisa baca aturan,ujar Prof. Dr. I Gusti Ngurah Mahardika
Peneliti Rabies dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Prof. Dr. I Gusti Ngurah Mahardika menegaskan untuk mengantisipasi pemasukan anjing antar kabupaten di Bali, Dinas peternakan kabupaten di Bali juga cenderung hanya menghimbau kepada masyarakatnya. Himbauan tersebut juga hanya sebatas melalui pemasangan sepanduk dan sosialisasi yang bersifat temporer tanpa disertai penindakan. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3318 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan