Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Duel Usai Pesta Miras, Satu Orang Tewas
Beritabali.com, Bengkala
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pesta minuman keras acapkali menuai kesalahpahaman, seperti yang dialami dua orang kolok atau bisu Warga Desa Bengkala di Kecamatan Kubutambahan yang menuai aksi perkelahian duel, satu lawan satu, akibatnya satu orang tewas lantaran luka-luka yang dialaminya.
Berawal dari pesta miras yang dilakukan dua orang bisu atau kolok, Made Sukrada (27) dan Wayan Subentir (25), keduanya Warga Desa Bengkala Kecamatan Kubutambahan akhirnya berbuntut dengan perkelahian, Made Sukrada, senin (1/11) dinihari tewas ditangan Wayan Subentir setelah kepalanya dihantam mengunakan potongan batu bata dan diseret dijalan aspal, selanjutnya mayat Made Sukrada diinapkan didepan Kantor Perbekel setempat.
Berdasarkan informasi di lokasi peristiwa menyebutkan, pelaku Wayan Subentir didatangi oleh korban Made Sukrada dan selanjutnya diberikan uang tiga puluh ribu rupiah untuk membeli minuman keras, keduanya lantas berpesta miras, namun pelaku kemudian pamit untuk pulang lantaran bertengkar dengan korban.
Selang beberapa menit, korban tidak terima dengan pelaku yang kembali ke rumahnya, sehingga dicari dan digedor, pertengkaran antara dua orang bisu itu-pun tidak bisa dielakkan hingga kemudian berbuntut kepala korban dihantam mengunakan potongan batu bata dan tubuhnya diseret dijalan.
“kasus ini murni perkelahian antara kedua pelaku, kemungkinan karena pengaruh minuman keras keduanya tidak terkendali dan melakukan perkelahian satu lawan satu, kasus ini masih kita tanggani dan pelaku kita amankan,” ungkap Kapolsek Kubutambahan, AKP. Ida Bagus Jata.
Diduga akibat luka yang dialami korban dan tidak dilarikan ke Rumah Sakit akibat keluarga tidak memiliki biaya, korban Made Sukrada tewas didepan Balai Perbekel Desa Bengkala, sedangkan pelaku sendiri akhirnya diamankan polisi sebagai
tersangka.
Sementara, dalam proses penyidikan dan penyelidikan serta olah lokasi peristiwa, polisi sedikit mengalami kesulitan sehingga mendatangkan penerjemah bahasa bisu saat memeriksa saksi-saksi maupun pelaku. Sedangkan mayat korban dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan otopsi. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun