Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Petani Tomat Harus Waspadai Yellowing
Beritabali.com, Sanur
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Para petani diingatkan untuk mewaspadai penyebaran penyakit yellowing atau kuning pada tanaman tomat. Penyebaran penyakit yellowing secara meluas pada tanaman tomat saat ini merupakan dampak dari pemanasan global.
Berdasarkan hasil penelitian Laboratorium Tumbuhan Institute Pertanian Bogor (IPB) penyakit yellowing yang diakibatkan oleh virus Crini awalnya hanya ditemukan pada dataran tinggi dengan suhu rendah.
Penyakit ini kemudian disebarkan oleh Bemisia tabaci atau kutu kebul yang awalnya hanya hidup di dataran rendah. Namun akibat pemanasan global Kutu Kebul telah mampu beradaptasi ke dataran tinggi dan menyebarkan virus Crini
Peneliti virologi dari Laboratorium Tumbuhan Institute Pertanian Bogor Dr. Gede Suastika disela-sela Kongres Perhimpunan Ilmuwan Pertanian Se-Asia Tenggara di Sanur, Senin (15/11) menyatakan akibat penyebaran virus Crini, tanaman tomat akan menjadi layu dan buahnya tidak layak konsumsi karena berukuran kecil
Ini tidak menyebabkan busuk tapi menyebabkan tanaman memproduksi buah lebih sedikit dan lebih kecil, ujar Dr. Gede Suastika.
Peneliti virologi dari Laboratorium Tumbuhan Institute Pertanian Bogor Dr. Gede Suastika menambahkan penyebaran virus crini melalui kutu kebul kini dikhawatirkan juga akan terjadi pada tanaman lainnya.
Kondisi ini dikhawatirkan akan menyebabkan penurunan produksi pangan jika penyebaran virus terjadi secara meluas. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3321 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan