Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Diduga Rabies, Gadis Pupuan Meninggal Dunia

Beritabali.com, Tabanan

Selasa, 23 November 2010, 20:50 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Era, gadis berusia 19 tahun asal Banjar Munduk Temu Kaja, Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan, Tabanan meninggal dunia karena diduga mengidap rabies.

Era meninggal Jumat (19/11) di RS Buleleng dan telah dikubur di Kuburan Desa setempat Sabtu (20/11) lalu.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan sebelum meninggal Era merasakan tubuhnya kesakitan dan tubuhnya panas. Keluarga korban kemudian membawanya ke Rumah Sakit di Buleleng untuk berobat.

Dipilihnya Rumah Sakit di Buleleng, karena menurut keluarga korban lebih dekat daripada harus berobat ke RSUD Tabanan.


Kabid Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Tabanan dr Nyoman Suratmika yang dihubungi Selasa (23/11) belum bisa memastikan penyakit yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Pihaknya juga telah mengecek ke keluarga korban yang mengatakan korban tidak memiliki riwayat digigit anjing. Namun keterangan yang dia peroleh, sebelum menghembuskan napasnya yang terakhir, korban kejang-kenjang mirip dengan gejala rabies.



Karena berobat di Rumah Sakit di Buleleng, korban meninggal juga di sana,tandasnya.

Terkait persediaan Vaksin Anti Rabies (VAR) di Tabanan pihaknya menandaskan masih posisi aman artinya stok VAR di Tabanan masih ada.

Stok VAR masih cukup untuk mengatasi kasus gigitan anjing per harinya yang mencapai 20 gigitan,tandasnya.

Sementara itu Camat Pupuan, Gede Sukadana, membenarkan salah satu warga Banjar Munduk Temu Kaja meninggal dunia. Namun ia tidak bisa memastikan penyebab meninggalnya korban pada Jumat (19/11) lalu di Rumah Sakit yang
berada di Kabupaten Buleleng.

Dia (Era) telah dikubur Sabtu lalu,pungkas mantan Sekcam Kediri ini. (nod)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami