Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




22 Hektar Lahan Sawah Terancam Lenyap

Beritabali.com, Tabanan

Selasa, 14 Desember 2010, 17:57 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Subak Sungsang di wilayah Desa Tibu Biyu, Kecamatan Kerambitan Tabanan yang letaknya di pesisir Pantai Pasut bakal digusur. Di atas lahan itu akan dibangun sejumlah villa.

Tak tanggung-tanggung jumlah sawah produktif yang akan dijadikan kawasan pariwisata itu mencapai 22 hektar. Padahal dari pantauan wartawan di lokasi Selasa (14/12) , di lahan sawah seluas 22 hektar itu tengah ditumbuhi padi hijau yang membentang.

Lokasi Subak Sungsang sangat strategis untuk kawasan wisata. Karena di sebelah selatanya menghampar ombak pantai Pasut,
sedangkan di sebelah barat pemukiman penduduk. Sedangkan di utara dan timurnya sawah membentang luas.

Kepala Dinas Pariwisata Tabanan I Wayan Diasa yang dihubungi, Selasa (14/12) membenarkan kalau pihaknya bersama tim dari Badan Koordinasi Perencanaan Ruang Daerah (BKPRD) Tabanan telah turun ke lokasi.

�Iya benar tadi saya diwakili Kasi Sumber Daya Manusia sudah turun ke lokasi,� jelas Diasa singkat.

Sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan dari stafnya
yang turun ke lokasi bersama tim BKPRD Tabanan.

Ditambahkanya, kawasan subak sungsang di Desa Tibu Biyu, Kecamatan Kerambitan memang sudah menjadi milik
investor sejak tahun 1990 silam.

Bersamaan dengan pembebasan tanah di daerah Belalang, Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri.

�Mungkin sejak adanya pengecekan dari Badan Pertanahan Tabanan yang mengindikasikan adanya lahan terlantar di
Tabanan maka investor mulai melirik kembali kawasan tersebut untuk dijadikan kawasan wisata ,� jelasnya.


Sejauh ini pihaknya masih mengkaji lebih dalam , apakah kawasan tersebut dapat dibangun kembali kawasan wisata seperti rencana awalnya.

�Ya, tentunya kita kaji kembali, mengenai peruntukan lahan-lahan tersebut,� jelasnya. (nod)
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami