Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Jangan Ada Lagi Program Kebut Akhir Tahun
Beritabali.com, Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan Bali mengingatkan satuan unit kerja daerah (SKPD) dan pemerintah Kabupaten/kota di Bali untuk tidak lagi mengembangkan program-program pelayanan masyarakat dengan sistem kebut akhir tahun. Apalagi pengembangan program tersebut menggunakan anggaran pendanaan dari dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi Khusus (DAK).
Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan Bali Luh Putu Kumalawati pada keteranganya di Renon, Rabu (29/12) menegaskan pengembangan program-program pelayanan masyarakat dengan sistem kebut akhir tahun sangat tidak efektif. Belum lagi akan menimbulkan kesan pemborosan karena sifatnya hanya mengejar target untuk menghabiskan dana yang telah dialokasikan.
�Karena sistem kebut itu tidak menjalankan program dengan baik, belum lagi dampaknya tidak dirasakan secara merata oleh masyarakat, jadi masyarakat hanya merasakan di akhir tahun,� tegas Luh Putu Kumalawati.
Kumalawati menyebutkan secara rata-rata di 2010 persentase penyerapan penggunaan dana DAK dan DAU di Bali mencapai 93 persen.
Pada 2011 Bali mendapatkan alokasi dana DAU sebesar Rp 6,3 triliyun atau naik 11 persen dari tahun 2010. Sedangkan untuk dana DAK Bali mendapatkan alokasi sebesar Rp. 298 Milyar. (mlt)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 2103 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1246 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 902 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 826 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 647 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun