Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Upal Rp 20 Juta Disita dari Sindikat Jatim
BERITABALI.COM, BADUNG.
Jaringan uang palsu (upal) asal Jawa Timur (Jatim) berhasil diungkap jajaran Polsek Kuta Utara. Dari tangan tersangka polisi menyita barang bukti upal senilai Rp 20 juta. Para tersangka yang berhasil dibekuk adalah Haji Agus Salim (44) asal Desa Tegal Sari, Banyuwangi dan Imam Safei (36) dari Dusun Lumbulrejo, Desa Bogorejo, Jawa Timur. “Mereka mengedarkan upal sejak dua bulan lalu di sejumlah warung dan supermarket,” jelas Kapolres Badung AKBP Dwi Suseno, pada Kamis (6/1).
Terbongkarnya pengedar upal berkat laporan seorang masyarakat bernama Kadek Sridanti. Korban melaporkan kejadian ke Polres Badung pada tanggal 23 Desember lalu, setelah dua tersangka membeli rokok di warungnya yang terletak di Banjar Tegal Gundul, Desa Tibubeneng, Kuta Utara. Kedua tersangka membeli rokok dengan menggunakan uang palsu pecahan Rp 50.000. Mengetahui uang yang disodorkan palsu, korban diam-diam melaporkan kejadian ke polisi.
Jajaran buser dipimpin Iptu Aldi Faroki melakukan pengejaran dan mereka pun ditangkap tak jauh dari warung. Kedua tersangka tak berkutik setelah saku mereka digeledah dan polisi menemukan uang pecahan Rp 50 ribu. Di lokasi penggeledahan, kedua tersangka mengaku mendapat upal dari seseorang warga Palembang bernama Slamet. “Pelaku ini (Selamet) masih kita buru,” tegasnya. Polisi tidak berhenti melakukan penyelidikan. Rumah kos dua tersangka di Jalan Raya Gunung Soputan, Gg Sanggina No. 7 Denpasar, digeledah.
Hasilnya polisi menemukan barang bukti 41 lembar uang pecahan Rp 50 ribu palsu, 150 lembar pecahan Rp 50 ribu (hanya gambar satu sisi Pahlawan Ngurah Rai) dan 123 lembar gambar satu sisi Danau Beratan. Kemudian 13 lembar uang asli pecahan Rp 50 ribu, uang tunai sejumlah Rp 1,5 juta serta 200 bungkus rokok. Secara kasatmata, ada perbedaan dalam upal tersebut. Dimana di salah satu sisi lembaran, merupakan uang asli sedangkan di bagian sisi lainnya berupa kertas yang telah digandakan. Terlihat pula lembaran kertas upal menggunakan peralatan sederhana seperti lem, pisau cater dengan alas kaca nako.
Dari keterangan kedua tersangka, mereka membeli upal tersebut dari Selamet (buron) seharga Rp 2 juta dengan menggunakan uang asli. Dari harga tersebut, mereka memperoleh uang palsu senilai Rp 4 juta. Menurut keterangan kedua tersangka, Selamet sendiri yang datang membawa upal tersebut ke terminal Ubung, Denpasar. “Selamet datang dua minggu sekali dan transaksi depan Terminal Ubung,” terang mantan Dansat Brimob Polda Bali ini.
Keterangan lainnya, mereka bisa mengedarkan sampai Rp 2 juta dan selalu dipakai membeli rokok. Padahal, dari pengakuan para tersangka, mereka tidak biasa merokok. Kedua tersangka melakukan ini untuk mengembalikan hutang sebesar Rp 400 juta, menyusul usaha mereka di Jawa Timur yang bangkrut.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5752 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4590 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2550 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2196 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan