Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
DPRD Bali: Para Bupati Harus Hentikan Provokasi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Para bupati se-Bali diingatkan untuk menghentikan provokasi terhadap masyarakat untuk menolak peraturan daerah (perda) Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Bali.
Apalagi hanya dengan alasan perda tersebut berimplikasi pembongkaran bangunan karena perda RTRWP berlaku surut. Padahal Perda RTRWP tidak berlaku surut.
Ketua Komisi I DPRD Bali Made Arjaya pada keterangannya di sela-sela dialog RTRWP Bali di Renon, Minggu (13/2) mengingatkan para bupati untuk tidak memanfaatkan masyarakat hanya demi kepentingan sepihak. Apalagi hanya demi menutupi kebijakan yang salah dari sisi aturan.
"Kita tidak ingin ada ketakutan pejabat yang mengeluarkan ijin pasca undang-undang ini ada. Maksudnya apa, jangan sampai karena ketakutan oknum-oknum tertentu merusak segalanya. Ini yang tidak kita inginkan," ujar Made Arjaya.
Made Arjaya menyampaikan para bupati sebenarnya juga tidak perlu lagi mempermasalahkan jarak bangunan di sekitar daerah sepadan pantai dan sungai maupun Jurang.Mengingat semua batasan ukuran tersebut merupakan bagian dari implementasi undang-undang penataan ruang secara nasional yang diadopsi dalam perda RTRWP Bali.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5946 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2633 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan