Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Rabies Renggut Nyawa Guru
BERITABALI.COM, BULELENG.
Rabies kembali makan korban. Kali ini seorang guru yang mengajar di SD 1 Bubunan, Kecamatan Seririt. Ia tewas setelah ditemukan gejala terjangkit rabies beberapa jam sebelum meninggal.
[pilihan-redaksi]
Pihak keluarga mengaku korban bernama Luh Sri Reksen (48) yang tinggal di Banjar Dinas Kajanan, Desa Bubunan, sebelumnya pernah digigit anjing namun tidak sempat diberi suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR).
Menurut Ayah korban Ketut Wirata (75), sebelum menemui ajalnya, Rabu (9/3) lalu, mendiang Luh Sri Reksen mengalami, nyeri tenggorkan hingga tidak bisa menelan, nyeri dada atau sesak nafas dan kejang serta mengeluarkan buih dari mulutnya.
Karena kondisinya semakin parah, korban lantas dibawa ke Rumah Sakit Shanti Graha Seririt. Di RS ini korban sempat diberi alat bantu pernafasan dan beberapa tindakan emergency lainnya.
Karena tidak kunjung membaik, Luh Sri Reksen akhirnya dirujuk ke RS Kertha Usada Singaraja dan menghembuskan nafas terakhir setelah sempat dirawat selama dua jam di RS tersebut.
Sementara itu adik korban bernama Made Putra Jaya (45) menuturkan, korban 7 bulan sebelumnya sempat digigit anjing pada tumit kaki kirinya. "Secara pasti saya tidak tahu,tapi menurut cerita keluarga,kakak (Koban,red) saya, sempat digigit anjing namun tidak diberikan VAR,"ucap Putra Jaya.
Menurut Made Putra Jaya, setelah kakaknya meninggal yang diduga akibat rabies, sejumlah petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bueleleng mendatangi keluargnya dan memberikan suntikan VAR kepada beberapa keluarga yang sempat terkena air liur korban.
"Dari Diskes sudah datang dan sempat memberikan suntikan VAR kepada keluarga kami yang terkena air liur korban," ungkpnya.
Sementara itu, beberapa keluarga dan tetangga korban mengeluhkan cara-cara penanganan rabies diwilayah ini. "Kami menginginkan agar wilayah kami bebas dari anjing liar dan berharap agar pemerintah secepatnya bertindak untuk melakukan eliminasi anjing didaerah kami.Kami takut jika anjing tersebut menggigit kami atau keluarga kami,"ujar salah seorang tetangga korban.
Rencananya korban yang tinggal bertetangga dengan rumah pribadi Gubernur Mangku Pastika di Desa Bubunan ini, akan diprabukan melalui proses Ngaben tanggal 15 Maret 2011 mendatang.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5964 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2649 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2302 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan