Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Alih Fungsi Lahan Produktif Meningkat Tiap Tahun
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua Umum DPP Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih mengatakan, alih fungsi lahan produktif di Indonesia terus meningkat, bahkan dalam dua tahun terakhir mencapai 100.000 hektare.
[pilihan-redaksi]
"Alih fungsi lahan itu juga termasuk hutan yang dijadikan perkebunan dan perumahan dibanding untuk lahan sawah," katanya di Nusa Dua, Bali, Jumat (11/3).
Seusai penutupan kegiatan pertemuan internasional "Pengembangan dan Pelestarian Tanaman Bibit lokal" itu, ia mengatakan, alih fungsi lahan yang terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia.
"Namun yang paling banyak alih fungsi lahan produktif adalah di wilayah yang penduduknya pada, antara lain di Pulau Jawa dan Bali," katanya.
Sedangkan hutan yang paling banyak beralih fungsi terjadi di wilayah Kalimantan. Setelah dibabat hutan yang merupakan sebagai paru-paru dunia itu, dibuka menjadi lahan perkebunan kelapa sawit.
Akibat alih fungsi itu, kata dia, akan mempengaruhi juga ekosistem di wilayah tersebut. Termasuk juga mempercepat pemanasan global yang berdampak pada perubahan iklim.
"Pembabatan hutan yang mencapai ribuan hektare tentu akan mempengaruhi pemanasan global, yang mana selama ini mampu menyerap karbondioksida (CO2) akan menjadi berkurang," ucapnya.
Walau hutan itu dijadikan perkebunan kelapa sawit, kata dia, penyerapan CO2 tidak se-efektif ketika hutan itu masih lebat. Sedangkan di Bali, berdasarkan data pesatnya laju alih fungsi lahan pertanian dalam setahun, maka Pulau Dewata kehilangan lahan produktif rata-rata 800 - 1.000 hektare menjadi pemukiman, sarana akomodasi pariwisata dan peruntukkan lainnya di luar pertanian.
Reporter: bbn/gus
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli