Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Perusahaan di Kuta Pulangkan Karyawan Lebih Cepat

Jumat, 11 Maret 2011, 20:57 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Warga masyarakat di Bali mendengar peristiwa tsunami di Jepang, khususnya warga di pesisir merasa cemas. Karena takut akan gelombang pasang tersebut menimpa wilayahnya.

[pilihan-redaksi]

Bahkan, di kawasan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, sebagian pemilik perusahaan dan pertokoan memulangkan karyawan lebih cepat, karena khawatir akan adanya tsunami susulan pascawilayah Jepang dilanda gempa.

"Tadi kami disuruh pulang lebih cepat oleh atasan karena takut dengan beredarnya isu akan terjadi tsunami susulan di kawasan pantai sekitar Bali, setelah Jepang dihantam gelombang pasang," kata Luh Intan, salah seorang karyawati yang berkantor di kawasan Pantai Kuta.

Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar Endro Tjahyono mengatakan, isu yang beredar di kalangan masyarakat itu tidak benar. "Kami harapkan jangan terlalu percaya dan khawatir akan munculnya tsunami di Bali," katanya.

Ia menyebutkan, bahwa kabar yang mengatakan di Bali akan terjadi tsunami adalah tidak benar, sebab yang diperkirakan akan terkena dampak itu antara lain sebagian wilayah Indonesia yang berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik. Wilayah tersebut di antaranya adalah Papua dan Sulawesi Utara.

Dikatakan, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya pada Jumat malam sekitar pukul 20.00 Wita, gelombang air laut yang berasal dari gempa bumi di Jepang itu tingginya hanya sekitar 10 centimeter ketika melanda kawasan Papua.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami