Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Ratusan Warga Pinggir Danau Tamblingan Mengungsi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Luapan air Danau Tamblingan di Buleleng Bali terus meluas menggenangi daerah pinggiran danau. Akibatnya ratusan warga nelayan yang tinggal di pinggir danau memilih untuk mengungsi ke tempat atau dataran yang lebih tinggi.
[pilihan-redaksi]
Suasana perkampungan nelayan di pinggir Danau Tamblingan, Desa Munduk Buleleng kini lebih sepi dibanding biasanya. Dari 44 kepala keluarga yang tinggal di kampung ini, sebanyak 31 kepala keluarga memutuskan untuk mengungsi keluar dari kampung menuju dataran yang lebih tinggi.
Ratusan warga Danau Tamblingan yang sebelumnya tinggal di perkampungan pinggir danau, kini mengungsi ke dataran yang lebih tinggi, masih di wilayah Desa Munduk, Buleleng. Mereka tinggal tersebar di beberapa lokasi pengungsian yang ada di wilayah Desa Munduk.
"Saya dan keluarga sudah hampir dua bulan mengungsi, kamar tidur saya sudah kemasukan air danau," kata Ketut Ridana, salah seorang warga pinggir Danau Tamblingan,(23/3/2011).
Warga yang mengungsi berharap agar pemerintah segera membantu mereka memberi tempat tinggal baru, sebagai pengganti rumah yang terendam luapan air danau. Namun mereka menolak dipindahkan keluar dari Desa Munduk agar bisa tetap bekerja mencari ikan di Danau Tamblingan.
Sebelumnya diberitakan, akibat curah hujan yang tinggi, air Danau Tamblingan Buleleng meluap ke daratan hingga 300 meter dari pinggir danau. Selain merendam puluhan rumah warga di pinggir danau, air danau juga merendam sebuah pura yang dulunya berada persis di pinggir Danau Tamblingan.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 2916 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1284 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 911 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 830 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 660 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun