Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Radiasi Nuklir Mengancam, Warga Jepang Pilih Ke Bali

Sabtu, 2 April 2011, 11:11 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Walaupun Jepang masih dalam suasana duka pasca tsunami dan ancaman radiasi nuklir namun tingkat kunjungan wisatawan Jepang ke Bali masih tinggi.

[pilihan-redaksi]

Namun dari laporan sementara yang diterima Perhimpunan Hotel dan restauran Indonesia (PHRI) Bali para wisatawan Jepang tersebut ke Bali untuk menghidari ancaman radiasi nuklir di Jepang.

Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati ketika ditemui Beritabali.com, Sabtu (2/4) menyatakan dari laporan beberapa hotel masih cukup banyak wisatawan Jepang yang datang ke Bali dengan alasan menghindari ancaman radiasi nuklir. Tetapi Tjok Sukawati mengaku belum menerima laporan jumlah wisatawan Jepang yang datang ke Bali tersebut.

"Sekarang ada tendensi juga mereka datang ke Bali untuk tinggal lama, karena disana terjadi radiasi mereka ada kekhawatiran, mereka ke Bali sekarang tujuannya bukan hanya sebagai wisatawan mereka ingin lebih lama tinggal ada di Bali karena ada keluarganya ada temanya di Bali, ini ada trend baru lagi," ujar Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati memprediksikan pada tahun ini tingkat kunjungan wisatawan Jepang ke Bali akan turun sekitar 10 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Selama ini tingkat kunjungan wisatawan Jepang ke Bali dari segi jumlah selalu berada di tiga besar, walaupun sejak 2008 mengalami penurunan akibat krisis global.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah kunjungan wisatawan Jepang ke Bali sebanyak 359.824 orang pada 2008, pada 2009 sebanyak 333.905 orang, dan 2010 total kedatangan wisatawan Jepang ke Bali Sebanyak 245.040 orang.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/mul



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami