Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Joged Bumbung Madu Suara Bangkit
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Setelah 52 tahun mati suri joged bumbung Madu Suara, Br. Pekandelan bangkit kembali. Kebangkitan joged bumbung Madu Suara yang merupakan seni pergaulan masyarakat Bali diawali dengan mewakili Kota Denpasar pada ajang PKB ke-33.
Demikian disampaikan Pembina sekehe joged bumbung Madu Suara I Gusti Putu Anindya Putra yang ditemui di sela-sela pembinaan oleh Tim Provinsi Bali, Senin malam (25/4) di balai banjar Pekandelan Desa Pemecutan Kelod Kecamatan Denpasar Barat. Pembinaan oleh tim Provinsi Bali di hadiri Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra yang didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara dan instansi terkait.
Lebih lanjut Anindya Putra menambahkan dalam perkembangan jaman joged bumbung khususnya di Kota Denpasar sebagai kota besar mulai ditinggalkan oleh kaum muda. Untuk membangkitkan seni pergaulan di masyarakat ini, Anindya Putra mengaku membangkitkan kembali joged bumbung Madu Suara yang puluhan tahun telah tidak aktif.
Kebangkitan joged bumbung Madu Suara diharapkan dapat membangkitkan kembali kesenian joged yang ada di daerah-daerah lain. Disamping itu kebangkitan joged bumbung di Kota Denpasar ini untuk menangkal image negatif yang selama ini ditampilkan beberapa sekeha joged. "Kita akan selektif pementasannya sehingga bisa menghilangkan kesan negatif joged penampilan joged selama ini," ujar Nindya Putra. Kedepannya keberadaan joged bumbung Madu Suara diharapkan tetap eksis dengan menggandeng para generasi muda.
Penata tabuh Nyoman Sukanaya menambahkan untuk mewakili Kota Denpasar pada ajang PKB ke-33 pihaknya telah melakukan latihan sejak Oktober 2010. "Kita telah siap untuk menampilkan yang terbaik pada ajang PKB bulan Juni mendatang mewakili Kota Denpasar," ujar Sukanaya.
Untuk penampilannya pada ajang PKB nanti Sukanaya mengaku akan menampilkan empat jenis tarian, diantaranya tabuh tega melila. Lebih lanjut Sukanaya menambahkan intinya pihaknya sudah siap untuk menampilkan yang terbaik pada ajang PKB.
Wayan Ariyasa dari Tim Pembina Provinsi mengatakan jenis gamelan joged bumbung yang ditampilkan sangat bagus karena penuh kreatif dan inovatif. Karena dalam gemelan yang di tampilkan sekeha joged bumbung Madu Suara telah mampu memadukan beberapa instrumens seperti anglung , tektek dan bumbung bambau. "Seperti kita ketahui joged bumbung aslinya hanya menggunakan beberapa buah instrumental," ujar Ariyasa
"Ini sangat bagus untuk menarik minat generasi muda. Namun ada beberapa hal yang perlu di pertegas intonasi vokal iringan dari penabuh harus diperjelas sehingga penonton dapat menerima pesan yang disampaikan," imbuhnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5971 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2304 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan