Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Puluhan Warga Desa Banjar Keracunan Makanan
Beritabali.com, Banjar
BERITABALI.COM, BULELENG.
Puluhan warga Desa Banjar diduga mengalami keracunan makanan, usai Mengkonsumsi makanan saat upacara tiga bulanan di salah satu rumah warga di Dusun Melanting, Desa Banjar Kecamatan Banjar, Buleleng.
Puluhan warga di Desa Banjar, sebagian besar dari Dusun
Melanting, Minggu (8/5) terpaksa dilarikan ke Puskesmas Banjar dan sebagian ke Rumah Sakit Santi Graha Seririt menyusul dugaan keracunan makanan, saat membantu
pelaksanaan upacara tiga bulanan di rumah warga bernama Ida Bagus Adi Pardita.
Salah satu korban keracunan itu disebutkan Kepala Bagian Operasional, Kabag Ops Polres Buleleng, Kompol Ida Bagus Putu Wedanajati.
Dari musibah dugaan keracunanan itu, delapan warga Desa
Banjar hingga minggu sore masih menjalani perawatan secara intrnsif di Puskesmas Banjar dan Rumah Sakit Santi Graha, diantaranya Ida Komang Wirata, Ida Ayu Kade Santini dan Ida Bagus Komang Widnyana. Sedangkan lima orang yang dirawat di Rumah Sakit Santi Graha diantaranya Ida Komang Adita Bawana, Ida Bagus Mudita, Dayu Parwati, Dayu Geria dan Ida Komang Werdi.
Kabag Ops Wedanajati dihubungi via Handphone mengakui
terjadi peristiwa dugaan keracunan di rumah keponakannya di Dusun Melanting Desa Banjar hingga mengakibatkan beberapa orang mengalami diare.
� Memang ada dugaan keracunan, namun sebagian besar terkena diare, memang ada beberapa orang yang dirawat di Puskesmas dan Rumah Sakit Santi Graha,� ujarnya singkat.
Untuk memastikan dugaan keracunan akibat mengkonsumsi
makanan itu telah diambil sejumlah contoh makanan untuk dilakukan pengujian secara laboratorium.
" Sample makanan sudah diambil dan akan diperiksakan ke
laboratorium,� papar Wedanajati.
Berdasarkan penuturan korban yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Banjar dan Rumah Sakit Santi Graha mengungkapkan, selesai membantu pelaksanaan Upacara Adat Tiga Bulanan itu, sebagian besar mengalami perut mulas
hingga kemudian diare. Selain itu, para korban juga mengaku merasakan kepala pusing dan demam.
� Lima jam setelah makan di tempat orang ada upacara tiga
bulanan saya merasakan mules, kemudian pusing dan demam,� papar Ida Bagus Mudita.
Beberapa warga yang dilarikan ke Puskesmas Banjar langsung
mendapat penanganan secara intensif dan beberapa diantaranya dipulangkan. Sedangkan delapan orang masih dirawat secara intensif, tiga diantaranya di Puskesmas Banjar dan lima menjalani rawat inap di Rumah Sakit Santi Graha
Seririt. (pnd)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun