Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Walhi : Bali Dalam Eksploitasi Barbar
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai Bali kini dalam kondisi eksploitasi lingkungan yang barbar. Jika hal ini dibiarkan maka kehancuran Bali dari segi lingkungan kini hanya menunggu waktu. Demikian penilaian Walhi Bali dalam rilis yang diterima Beritabali.com pada Sabtu petang (4/6).
Ketua Dewan Daerah Walhi Bali Wayan Gendo Suardana menyatakan eksploitasi Bali secara barbar dapat dilihat dari mulai pesisir sampai ke gunung.
Fakta menunjukkan lahan di Bali semakin menyusut akibat alih fungsi lahan, yang berujung pada menurunya kawasan hijau serta wilayah pertanian yang secara tidak langsung akan berpengaruh kepada daya tahan pangan masyarakat. Disisi lain eksploitasi terhadap air juga semakin memperparah kondisi alam Bali.
Eskploitasi air telah memberikan potensi krisis air serta potensi konflik akibat rebutan sumber mata air di tingkat grass roots. Lalu pencemaran dan perusakan lingkungan hidup juga telah terjadi seperti pencemaran pantai di 13 kawasan pantai di Bali, Tegas Wayan Gendo Suardana.
Gendo menambahkan Beberapa dekade ke depan Bali sebagai pulau surga kemungkinan hanya menjadi imajinasi bagi setiap orang karena neraka menjadi begitu dekat di dalam realitas kehidupan manusia di Bali.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3925 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3126 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2116 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2063 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun