Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Beredar SMS Balas Dendam Pengidap HIV-AIDS
Beritabali.com, Lovina
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beberapa hari belakangan warga Buleleng dilanda keresahan dengan beredarnya pesan singkat atau SMS berantai. SMS berisi peringatan soal adanya penderita HIV/AIDS, yang akan melakukan balas dendam menularkan penyakit tersebut kepada orang lain melalui tusuk gigi.
Dalam pesan SMS yang dikirim secara berantai itu menyebutkan, penderita HIV/AIDS merasa tidak dipedulikan oleh pemerintah sehingga akan menularkan penyakit yang dideritanya melalui tusuk gigi yang barada di sejumlah restoran maupun rumah makan.
“Tolong dishare, ada info yang cukup mengejutkan dari dokter dan LSM yang menangani masalah narkoba. Para penderita HIV/AIDS yang merasa putus asa dan merasa tidak ada kepedulian pemerintah terhadap mereka, mulai dendam. Mereka berniat menyebarkan penyakit ini dengan media tusuk gigi yang banyak terdapat di restauran dan rumah makan. Memakai tusuk gigi tersebut hanya untuk melukai gusinya supaya berdarah lalu diusap hingga tidak kelihatan darahnya, kemudian tusuk gigi yang sudah tercemar tersebut dikembalikan ke tempatnya, harap jadi perhatian!!!,” demikian bunyi pesan singkat yang membuat resah Warga Buleleng.
Ketua Komisi Penanggulang AIDS Daerah (KPAD) Buleleng Made Arga Pynatih, Selasa (21/6) dikonfirmasi terkait SMS yang beredar itu mengatakan, secara teoritis tusuk gigi bekas darah orang dengan HIV/AIDS tidak bisa menularkan penyakit yang belum ditemukan obatnya itu.
”Saya kira tusuk gigi berisi darah penderita HIV/AIDS tidak akan menularkan penyakit itu karena sudah terkontaminasi udara bahkan sudah kering,”ujarnya.
Arga Pynatih yang juga Wakil Bupati Buleleng memaparkan, penularan efektif terjadi apabila melalui transfusi darah yang sudah terkontaminasi dengan penderita HIV/AIDS atau kontak seksual dengan penderita.
Adanya SMS yang beredar dengan mengatasnamakan penderita HIV/AIDS dan meresahkan warga dinilai sebagai sensasi murahan. Sebab selama ini Pemerintah melalui KPAD dan sejumlah relawan secara gencar melakukan pendampingan terhadap korban HIV/AIDS.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 933 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 773 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 589 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 550 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik