Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 9 Mei 2026
Subak Jatiluwih Tak Dapat Retribusi Pariwisata
Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Subak Jatiluwih, yang berada wilayah Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan merasa kecewa. Kekecewaan itu dilontarkan karena selama ini penghasilan dari retribusi karcis masuk pariwisata tidak pernah dinikmati oleh subak. Padahal wisatawan yang datang ke Jatiluwih menyaksikan indahnya panorama hamparan sawah yang dikelola oleh subak.
Rasa kecewa ini diungkapkan oleh Krishna salah satu anggota Subak Jatiluwih. Dikatakannya, selama ini subak Jatiluwih tidak mendapatkan kontribusi dari pendapatan masuk karcis pariwisata.
Sepengetahuannya, penghasilan dari retribusi karcis masuk pariwisata ke wilayah Jatiluwih dalam satu bulan mencapai Rp 25 Juta. Dari penghasilan sebesar itu 20 persennya digunakan untuk gaji karyawan yang bertugas memungut retribusi dan biaya kebersihan. Hasil potongan 20 persen itu kemudian dibagi lagi menjadi dua antara Pemkab Tabanan dengan Desa.
"Pemda mendapatkan sekitar 10 juta dan Desa Rp 10 Juta," jelasnya.
Pendapatan yang diterima oleh Desa Jatiluwih kemudian dibagi lagi menjadi tiga. Yakni Desa mendapatkan 35 persen, Adat Jatiluwih mendapatkan 39 persen dan Adat Gunung Sari mendapatkan 26 persen.
"Sedangkan Subak Jatiluwih yang luasnya mencapai kurang lebih 303 hektar tidak mendapatkan hasil dari retribusi," jelasnya.
Ia sangat menyayangkan kenapa Subak yang menjadi penyangga terakhir pertanian justru tidak mendapatkan hasil retribusi pariwisata.
"Wisatawan ke sini menyaksikan pemandangan hamparan sawah luas berundak-undak, sawah itu dikelola oleh subak," tandasnya.
Sebagai petani kecil yang masih kukuh mempertahankan subak ia hanya berharap kepada pemerintah agar hasil retribusi pariwisata dapat dinikmati oleh subak.
"Dana itu nantinya bisa digunakan sebagai perbaikan sejumlah irigasi yang rusak ataupun jalan subak yang rusak," tambahnya.
Masih menurutnya Subak Jatiluwih terdiri dari tujuh subak yakni subak telabah gede, subak besi kalung, subak kedamian, subak uma duwi, subak gunung sari, subak uma kayu, dan subak kesambi. Yang luasanya mencapai 303 hektar.
Perlu diketahui bagi wisatawan asing yang mengunjungi kawasan Jatiluwih dikenai biaya per kepala Rp 10 ribu . Karcis masuknya disediakan oleh Pemkab Tabanan dan petugas retribusi diambil dari warga masyarakat setempat.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 913 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 763 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 580 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 545 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik