Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Kembangkan Biogas, Pemerintah Siapkan Insentif
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah berencana memberikan insentif bagi usaha pemanfaatan energi alternatif biogas. Kebijakan ini sebagai bentuk upaya pengurangan emisi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar dari fosil.
Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru terbarukan dan Konservasi Energi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Minderal Maritje Hutapea menyatakan rendahnya minat masyarakat untuk memanfaatkan biogas selama ini akibat ketiadaan subsidi bagi pengembangan biogas. Apalagi pemanfaatan biogas memerlukan biaya tinggi
“Kendalanya (biogas) investasi dan harga. Energi yang kita gunakan selama ini disubsidi, kan menjadi murah. Sementara ini (biogas) tidak disubsidi, jadi tidak bisa bersaing. Ngapain saya capek-capek menggunakan energi terbarukan yang mahal, kan begitu pikiran masyarakat selama ini,” kata Maritje Hutapea.
Hutapea menyebutkan jika 30 persen saja kotoran ternak yang ada di Indonesia mampu dimanfaatkan maka Indonesia bisa membangun satu juta unit pengolahan biogas. Maritje menambahkan kini pemerintah menargetkan bahwa pada tahun 2025, 9 persen dari energi yang digunakan di Indonesia berasal dari energi alternatif biogas.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2375 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1792 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun