Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Penjual Bendera Mulai Marak di Jembrana
Beritabali.com, Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Menjelang peringatan hari Kemerdekaan RI ke-66, penjual bendera merah-putih mulai menjamur di sepanjang jalan dalam Kota Negara.
Bendera yang dijual pun terdiri dari berbagai ukuran. Namun untuk bendera ukuran mini yang biasa dipasang di kendaraan, dibandrol dengan harga Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu.
Zulkarnain (45), pedagang asal Tasik Malaya Bandung ini mengatakan, bendera mini tersebut dijual dengan harga bervariasi mulai Rp 10 sampai Rp 12 ribu. Sedangkan untuk bendera ukuran sedang dibandrol 20 ribu, untuk umbul-umbul dibandrol Rp 15 ribu.
Menurutnya, keuntungannya berjualan bendera ini cukup menjanjikan. Sehari dagangannya bisa laku 20 bendera. Dengan keuntungan Rp 80 ribu.
“Pokoknya cukup lah untuk membeli makanan,” ujar Zulkaranian.
Sementara salah satu pembeli bendera mengatakan, untuk harga sebuah bendera Rp 20 ribu, menurutnya tidak begitu mahal.
"saya membeli duah buah bendera, harganyapun saya rasa tidak begitu mahal," kata Mulyartini asal Munduk Kendung ini.
Berbagai strategi telah diterapkan para penjual bendera dan pernak-pernik merah putih tersebut. Mulai dengan menggelar dagangannya di trotoar hingga jemput bola yakni menghampiri para pemakai jalan yang sedang berhenti di lampu merah. Biasanya tujuh hari menjelang hari 17 agustus pembeli bendera akan mulai ramai.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 502 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 368 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 313 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 310 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun