Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Pemerintah Diminta Sempurnakan Perda Investasi
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah diminta untuk segera menyempurnakan Peraturan Daerah atau Perda Investasi di Bali. Jika hal ini tidak dilakukan, investasi yang masuk ke Bali hanya akan membuat warga asli Bali makin terpinggirkan.
Hal ini disampaikan Anggota DPR RI Komisi X, Nyoman Dhamantra, di Sanur (17/09/2011).
"Untuk saat ini, dimana ada pertumbuhan atau pusat-pusat investasi, di situ orang Bali akan termarjinalkan. Kemampuan 'local content' untuk memiliki daya tahan, ini yang tidak mampu dibuat oleh investasi. Pemerintah harus segera menyempurnakan perda investasi di Bali,"ujar Dhamantra.
Dengan perda investasi yang ada saat ini, kata Dhamantra, tingkat harapan hidup masyarakat Bali malah menurun. Angka transmigrasi warga Bali ke luar Pulau Bali juga meningkat. Hal ini menurut Dhamantra karena warga Bali sudah semakin termarjinalkan, terutama di pusat-pusat investasi.
"Semakin banyak masyarakat Bali yang terpinggirkan, contohnya yang di Pecatu (Badung). Tingkat harapan hidup masyarakat Bali menurun, transmigrasi meningkat. Ini karena di tanah kelahirannya sudah tidak ada harapan,"jelasnya.
Untuk mengantisipasi hal ini, tambah Dhamantra, perlu ada aturan investasi yang selektif dan kualitatif di Bali. Perda investasi yang digunakan di Bali, sebaiknya tidak menggunakan aturan investasi yang dipakai di tingkat nasional.
"Aturan investasi nasional sangat kapitalistik, ini yang mengakibatkan hilangnya (terpinggirkannya) orang Betawi di Jakarta dan orang Dayak di Kalimantan. Jangan sampai investasi yang masuk memarjinalkan masyarakat lokal,"katanya.
Nyoman Dhamantra mengatakan, sambil menunggu adanya penyempurnaan perda investasi, saat ini di harus ada jeda investasi di Bali.
"Harus ada jeda investasi khususnya di Bali selatan. Tapi jangan buru-buru investasi dipindahkan ke Buleleng atau Bali utara. Karena jika investasi dilakukan dengan format yang sama, maka akan menghasilkan produk yang sama. Akan ada lagi masyarakat lokal yang termarjinalkan oleh investasi. Jadi perda investasinya diperbaiki dulu,"kata Dhamantra.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5957 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2297 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan