Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
BIL, Pariwisata Lombok, dan Bandara Buleleng
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Lombok. Sabtu (1/10/2011) Bandara Internasional Lombok (BIL) mulai beroperasi menggantikan bandara lama, Selaparang, di Mataram yang sudah beroperasi sejak 1950. Keberadaan BIL ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun asing ke Pulau Lombok. Beritabali.com berkesempatan hadir di hari pertama pengoperasian BIL ini.
Bandara Internasional Lombok berlokasi di Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, sekitar 40 kilometer selatan Kota Mataram, mulai dioperasikan PT Angkasa Pura I Sabtu (1/10/2011). Garuda Indonesia Airways Boeing 737-800 JR, merupakan pesawat komersial pertama yang mendarat di landasan pacu Bandara Internasional Lombok (BIL) itu pada Sabtu pukul 10.08 WITA. Pesawat Garuda dari Jakarta ini ditumpangi Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), KH. Muhammad Zainul Majdi dan rombongan. Setelah Garuda, kemudian menyusul pesawat maskapai lainnya seperti Merpati, Lion Air, dan maskapai lainnya.
Pendaratan perdana pesawat di Bandara Internasional Lombok ini disaksikan ribuan masyarakat yang khusus datang menyaksikan momen bersejarah ini. Warga sekitar bandara rela berpanas-panasan agar bisa menyaksikan langsung momen bersejarah ini.
Gubernur NTB, Zainul Majdi kepada wartawan mengatakan, Bandara Internasional Lombok akan membuka akses ke wilayah NTB secara lebih luas. Keberadaan BIL nantinya diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan asing maupun domestik ke kawasan tersebut.
"Ini merupakan awal dari kemajuan sekaligus bukti bahwa NTB juga bisa maju. Jika semua pihak bekerja keras tidak ada yang mustahil untuk dilakukan," ujar Majdi.
Sementara Bupati Lombok Tengah Suhaili FT menyatakan komitmennya untuk selalu menjamin stabilitas keamanan di bandara internasional ini.
"Kami akan menjamin keamanan pengoperasian bandara ini, jangan ada lagi keraguan soal keamanan. Kami jamin," ujarnya.
Dengan beroperasinya BIL maka praktis Bandara Selaparang, Mataram sejak Jumat petang tidak lagi difungsikan, karena semua penerbangan baik domestik maupun Internasional dialihkan ke BIL terhitung Sabtu (1/10).
BIL memiliki luas total 551 hektar dengan panjang landasan pacu (runway) 2.750 metr dan lebar 45 meter dengan apron yang mampu menampung 20 pesawat. BIL memungkinkan untuk didarati pesawat Air Bus 330 dengan kapasitas 350 seat maupun pesawat jenis Boing 767.
BIL berbeda dengan Bandara Selaparang, Mataram yang luas arealnya hanya 28.881 meter persegi. Terminal penumpang BIL seluas 21 ribu meter persegi, atau empat kali lebih luas terminal Bandara Selaparang yang hanya 4.796 meter persegi.
Kapasitas tampung terminal penumpang BIL dapat mencapai tiga juta setahun, dengan luas areal parkir 17.500 meter persegi. Berbeda dengan Bandara Selaparang yang hanya 7.334 meter persegi, dengan kepasitas tampung 800 ribu penumpang setiap tahun.
Nilai megaproyek BIL mencapai Rp 945,8 miliar, terdiri atas Rp 679 miliar tanggungan Angkasa Pura I, dana sebesar Rp110 miliar tanggungan Pemprov NTB dan Rp40 miliar dibebankan pada Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.
Peresmian BIL secara keseluruhan akan dilakukan oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada kunjungan 19 s/d 21 Oktober mendatang.
Terwujudnya Bandara Internasional Lombok (BIL) untuk peningkatan ekonomi warga serta pengembangan dunia pariwisata di Nusa Tenggara Barat, bisa menjadi pelajaran berharga bagi Bali yang saat ini juga tengah berencana membangun bandara internasional di Buleleng, Bali bagian utara.
Rencana pembangunan bandara untuk pengembangan ekonomi warga dan pariwisata kawasan Bali utara ini, kini malah menjadi polemik terkait lokasi mana yang akan dipilih untuk pendirian bandara baru.
Jika tidak ada kesamaan visi dan saling pengertian untuk memajukan perekonomian Buleleng, Bali Utara, atau memajukan Bali secara keseluruhan, entah kapan Bandara Internasional Buleleng (BIB) ini bisa terwujud seperti halnya BIL. (dev)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2287 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan