Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 14 Juni 2026
Tangis Haru Sambut Kedatangan 49 Kru Costa Concordia
BERITABALI.COM, BADUNG.
49 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Bali yang bekerja di kapal pesiar Costa Concordia hari ini (21/01/2012) tiba di Bandara Ngurah Rai Bali. Kedatangan puluhan TKI asal Bali ini disambut isak tangis keluarga. Suasana haru disertai isak tangis keluarga sore ini tampak di terminal kedatangan internasional Bandara Ngurah Rai Bali. Para keluarga awak kapal pesiar Costa Concordia tampak memenuhi area terminal kedatangan internasional guna menyambut anggota keluarga mereka dari Italia.
Salah seorang TKI, Made Suarta menyatakan sedikit trauma dengan peristiwa yang dialaminya di kapal pesiar Costa Concordia. Meski trauma, ia mengaku akan kembali bekerja di kapal pesiar jika situasi dan kondisi sudah memungkinkan. Mengenai musibah yang menimpa kapal pesiar Costa Concordia di perairan Italia, Made mengaku agak heran. "Saya sendiri tidak percaya dengan kejadian ini, soalnya lintasan itu sudah sering dilalui, tidak tahu kenapa kaptennya (nahkoda Costa Concordia) bisa lewat ke karang-karang itu," ujarnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bali, Wayan Wirata menyatakan, 49 pekerja kapal pesiar Costa Concordia yang dipulangkan ke Bali hari ini datang dalam tiga kloter dengan menggunakan maskapai penerbangan Thai Airlines dan Qatar airways. Mereka berasal dari beberapa kabupaten di Bali seperti Karangasem, Buleleng, Bangli, dan Gianyar.
"Hingga saat ini sudah 63 TKI asal Bali yang dipulangkan dari Italia, sementara satu orang TKI masih dirawat di rumah sakit di Roma selama 2 bulan karena menderita patah tulang,"jelasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Kasus Penjualan Gading Gajah di Tampaksiring Masuk Tahap Penuntutan
Dibaca: 1020 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli