Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Kualitas Air Sungai Badung Sangat Kotor
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hasil uji bioindikator atau pengujian berdasarkan keragaman hewan air oleh Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali menunjukkan bahwa kualitas air tukad atau Sungai Badung masuk kategori sangat kotor. Kondisi ini ditunjukkan dengan indeks biotic Tukad Badung mencapai 2,7, padahal indeks biotic untuk air dalam kondisi bersih adalah 7.
Koordinator Program Pendidikan PPLH Bali Herni Frilia Hastuti menyatakan air sungai Tukad Badung dimasukkan dalam kategori air sangat kotor karena dari 5 titik pengujian disepanjang aliran sungai hanya hewan siput dan ikan sapu-sapu yang paling banyak ditemukan. Kondisi ini berarti bahwa air Tukad Badung sudah sangat tidak layak untuk digunakan, termasuk tidak layak digunakan untuk MCK
“Kalau tak liat dari teman-teman setiap keruk sungai itu ketemunya siput sungai, ikan sapu-sapu juga ditemukan banyak sekali, sampai itu menjadi momoknya para pemancing, sampai kita turun ke sungai kita akan menemukan ikan itu berserakan di pinggir sungai, “ jelas Herni Frilia Hastuti, hari ini.
Herni Frilia Hastuti menyebutkan kotornya kualitas air Tukad Badung sebenarnya sudah terjadi mulai daerah Hulu. Buktinya pada daerah hulu cukup banyak aktivitas masyarakat yang mencemari air sungai, termasuk pembuangan limbah rumah tangga ke badan sungai.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5435 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3449 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2294 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1091 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan