Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Ratusan Pengusaha Asing
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Berdasarkan Pemantauan Himpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) kabupaten Badung Bali, tercatat ratusan pengusaha asing melakukan bisnis secara ilegal di Bali. Dimana cukup banyak warga negara asing yang berbisnis di sektor pariwisata di Bali dengan tidak melengkapi bisnisnya dengan ijin operasional maupun perijinan lainnya.
Ketua PHRI Badung Bali Rai Suryawijaya mengungkapkan bukti bahwa para pengusaha asing tersebut berbisnis secara ilegal ditunjukkan dengan maraknya villa milik warga negara asing di Bali terutama di Kabupaten Badung yang tidak memiliki ijin operasional dan persyaratan perijinan lainnya. Menurut Rai Suryawijaya, ada dugaan bahwa dana investasi dari pengusaha asing tersebut berasal dari dana-dana kejahatan pencucian uang
“Sekarang kalau kita bicarakan Bali, harga tanah 1,5 miliar sampai 3 miliar, bayangkan usaha apa yang bisa menjamin untuk pengembalian modalnya kalau modal untuk tanah satu are sudah 1,5 miliar,” ujar Rai Suryawijaya, hari ini. Rai Suryawijaya berharap pemerintah provinsi Bali memberikan tindakan tegas terhadap bisnis-bisnis ilegal tersebut. Apalagi bisnis ilegal yang dilakukan pengusaha asing tersebut juga cendrung menimbulkan persaingan tidak sehat terutama di sektor pariwisata di Bali.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 1221 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1133 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 898 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 821 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 569 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun