Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Waspada, Makanan Kadaluarsa dan Komestik Palsu Beredar
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Jembrana, Senin (2/4) pagi menggelar sidak ke beberapa toko di kawasan Kecamatan Jembrana dan Kecamatan Negara. Dalam sidak tersebut petugas masih mendapati makanan dan minuman yang sudah kadaluarsa masih dijual.
"kegiatan ini merupakan langkah awal untuk mengetahui sampai sejauh mana peredaran makanan dan minuman di pasaran," ungkap Kabid Perdagangan I Nyoman Mayun. Mayun juga menambahkan, pihaknya akan segera berkordinasi dengan BPOM terkait masih banyaknya temuan makanan kadaluarsa yang beredar di pasaran. Petugas dari Dinas Perindagkop langsung menyasar beberapa toko di Kecamatan Jembrana dan Negara, diantaranya UD.Puspa di Desa Batu Agung, disini petugas menemukan makanan kadaluarsa dan kosmetik palsu.
Di toko Surya Sonic Banjar Tengah Kecamatan Negara petugas menemukan puluhan makanan serta minuman dalam kemasan yang sudah kadaluarsa, selain minuman susu formula untuk anak-anak juga masih dipajang d etalase toko. Dari hasil temuan tersebut, petugas memberikan teguran kepada pemilik toko untuk tidak memajang dan menjual lagi. Pengawasan ini akan terus dilakukan pada toko dan supermarket secara berkelanjutan. Dihimbau kepada para konsumen agar meneliti sebelum membeli makanan, untuk melihat tanggal kadaluarsa atau masa berlakunya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5487 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3474 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2308 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1112 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan