Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Diduga Keracunan Gas Karbon, Dua Penguras Sumur Tewas

Minggu, 22 April 2012, 20:34 WITA Follow
Beritabali.com

google.com/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Dua penguras sumur tewas setelah gagal menguras sumur di kedalaman belasan meter, di rumah Made Sadi di Jalan Gunung Sanghyang Gang Jenggala No. 1, Padangsambian, Denpasar. Korban diduga tewas akibat keracunan gas karbon.  

Dua penguras sumur itu masing masing bernama Anak Agung Subali (50) dan I Made Kerti (50). Hingga berita ini diturunkan, jasad dua warga itu kini diinapkan di kamar jenazah RSUP Sanglah.

Sebelumnya, dua korban mendatangi rumah Made Sadi sekira pukul 10.00 Wita yang terletak di Jalan Gunung Sanghyang Gang Jenggala No. 1, Lingkungan Padangsambian atau tepatnya di sebelah Selatan Pura Desa Padangsambian, Denpasar Barat. Mereka datang atas permintaan Made Sadi untuk menguras sumur yang sudah lama tidak digunakan.

“Saya minta bantuan keduanya untuk menguras sumur dengan bayaran juga,” jelas Made Sadi di lokasi kejadian.

Tak lama kemudian, dengan bantuan tali, Subali turun ke dasar sumur sembari membawa mesin diesel sebagai peralatan menguras. Namun, mendadak setelah di dasar sumur, Subali mengaku dadanya sesak dan lemas. Korban Kerti yang mendengar teriakan rekannya di bawah, mencoba memanggil dengan teriakan. Namun tidak ada sahutan dari dasar sumur. Karuan saja, Kerti ikutan masuk untuk menolong rekannya.

Nahasnya, setelah Kerti turun, tidak terdengar suara apapun. Made Sadi yang ikut membantu heran dan curiga. Dia kemudian melihat dari atas dua penguras sumur itu lemas tak berdaya. “Saya liat mereka sudah lemas di bawah,  ungkapnya.

Karuan saja, Made Sadi meminta bantuan warga lain dan menghubungi polisi. Dua korban langsung di evakuasi. Nasib berkata lain, nyawa dua penguras sumur tak bisa diselamatkan. Keduanya diduga tewas karena keracunan gas karbon.

Sementara itu, Kapolsek Denpasar Barat, Kompol I Dewa Made Adnyana membenarkan kejadian tersebut. Namun Kapolsek enggan berkomentar karena kasusnya ditangani Polresta Denpasar. “Tanya Polresta, kita hanya backup aja,” ujarnya kepada wartawan pada Minggu (22/04/2012).

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami