Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Tidak Miliki Biaya, Penderita Kanker Terlantar
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Ni Made Sirat (56), seorang penderita kanker payudara akut istri dari Ketut Sudarta (59) sopir truk asal Banjar Wali, Desa Yehembang, Mendoyo terlantar lantaran tidak memiliki biaya untuk berobat.
Menurut keterangan Sudarta sebenarnya Sirat sudah pernah menjalani pengobatan di RSUP Sanglah sekitar dua bulan yang lalu dengan menggunakan Jamkesmas. Bahkan sudah pernah dirawat selama 5 hari. Namun karena penanganan pihak rumah sakit Sanglah agak lambat Sirat diajak pulang kembali.
“Istri saya sudah pernah diperiksa dilaboratorium dan dirongen, namun saya tidak tahu hasilnya,” terang Sudarta. Sirat juga telah pernah di Biopsi oleh pihak RSUP Sanglah, namun hingga kemarin Sudarta mengaku tidak mengetahui hasil Biopsi tersebut. Bahkan bekas Biopsi tersebut kini infeksi sehingga mengeluarkan darah bercampur nanah.
Sudarta juga menjelaskan selama menjalani rawat jalan di RSUP Sanglah, dirinya bersama istrinya merasa dipingpong oleh pihak rumah sakit. Tidak jarang dirinya merasa rugi ke RSUP Sanglah karena setiba di rumah sakit Sirat tidak memndapat penanganan atau pemeriksaan.
“Sampai di sana (RSUP Sanglah-red) kami hanya disuruh menunggu, sampai sore tidak mendapat penanganan akhhirnya kami disuruh pulang,” jelasnya.
Merasa kurang diperhatikan oleh pihak rumah sakit, akhirnya Sudarta mengaku pasrah dengan keadaan istrinya. “Kalau dihitung mungkin sudah jutaan uang saya keluar hanya untuk biaya tranpot saja. Sedangkan istri saya tambah parah,” keluhnya.
Terkait dengan adanya warga yang mengidap kanker, Kadis Kesehatan dokter Putu Suwasta yang dihubungi langsung memerintahkan Puskesmas Mendoyo untuk merujuk Sirat ke RSUD Negara untuk segera mendapatkan penanganan. Namun setiba di RSUD Negara, Senin (23/4), Sirat rupanya tidak langsung mendapat penanganan dari pihak rumah sakit. Menurut Sudarta dirinya merasa diabaikan di rumah sakit.
“Saya sudah bilang surat-surat masih ada di Denpasar dibawa anak saya, tapi tetap mereka mempersulit,” terang Sudarta. Sementara itu Kadis Kesehatan Jembrana, dokter Putu Suwasta saat dikonfirmasi mengatakan, seharusnya pasien yang sifatnya emergensi sebenarnya harus cepat mendapat penanganan. Masalah kelengkapan administrasi atau surat-surat pasien bisa disusul kemudian. “Masalah surat-surat atau KTP pasien kan masih bisa nyusul selama 1x24 jam,” terangnya.
Terkait masalah rawat inap menurut Suwasta itu sifatnya hanya perawatan luka untuk mencegah pendarahan lebih parah bukan sifatnya menyembuhkan karena yang bersangkutan harus menjalani oprasi. Mengingat Kanker yang dideritanya sudah stadium empat.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun