Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tas Dibawa Kabur Sales, Jutaan Rupiah Raib

Jumat, 27 April 2012, 20:12 WITA Follow
Beritabali.com

google.com (ilustrasi)

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Apes itulah yang dialami  Putu Yastari (35) seorang pedagang asal Banjar Pasar, Desa Yehembang, Mendoyo. Karena ditinggal sebentar tas warna coklat miliknya yang berisikan barang berharga serta uang raib digondol maling.

Kerugian ditafsir mencapai Rp 8 Juta. Peristiwa itu menurut penuturan Yastari terjadi Kamis (26/4) sekitar pukul 14.00 wita di kiosnya di los pasar Desa Yehembang, Mendoyo. Awalnya sepulang dari berbelanja di pasar Negara, setiba di kiosnya Yastari sempat menghitung uang sisa belanja.

Saat sedang menghitung uang kebetulan di depan kios miliknya ada seorang sales duduk sendiri. Sales tersebut menurut Yastari sempat melihat dirinya menghitung uang. Setelah uang terhitung kemudian diletakkan di dalam tas warna coklat. “Tas tersebut saya letakkan di atas kursi tepatnya dipojok kanan  kios. Kemudian saya tinggal sebentar ke kios sebelah, jaraknya hanya lima meter dari kios saya,” terang Yastari saat dikonfirmasi Jumat (27/4).

Hanya berselang kurang dari lima menit, Yastari kembali ke kiosnya. Saat hendak menelpon seseorang, alangkah kagetnya mengetahui tas miliknya telah raib. Yastari berusaha mencari tas tersebut di sekitar kiosnya namun yang dicari tidak juga ketemu. Yastari kemudian yakin bahwa tas miliknya telah diambil seseorang. “Saat saya kembali sales yang duduk di depan kios saya sudah hilang, begitu saya mau ambil telpon ternyata tas saya sudah tidak ada,” jelasnya.

Menurut Yastari tas yang hilang tersebut berisikan uang tunai sebesar Rp 5.550.000, dua unit handphone, STNK Motor dan Sim C, Kunci lemari, ATM dan Kaca mata. Yastari juga mengaku kenal dengan sales tersebut karena sering datang ke kiosnya. Namun yastari sedikitpun tidak menaruh curiga, bahkan dirinya tidak berani menuduh siapa-siapa karena tidak ada yang melihat kejadian tersebut.

Karena panik, Yastari tidak langsung melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Setelah mendapat penjelasan dari Babinkamtibmas Desa Yehembang Ketut Pasek, peristiwa ini baru dilaporkan Jumat (27/4) pagi.

Sementara itu Kapolsek Mendoyo, Kompol IB Sudarsana melalui Kanit Reskrim IPDA Nyoman Dania seijin Kapolres Jembrana AKBP Komang Sandi Arsana saat dikonfirmasi Jumat (27/4) membenarkan kasus tersebut. Saat ini jararan Polsek Mendoyo masih melakukan penyelidikan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami