Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Rektor UNUD Pertanyakan Rencana KPK Periksa Dirinya
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hendak memeriksa 16 rektor di Indonesia terkait dengan dugaan korupsi dana APBN-P tahun 2010. Rektor Universitas Udayana Denpasar Prof Dr Made Bakta yang juga akan diperiksa mengaku geram dengan langkah lembaga super bodi tersebut.
"Saya melihat ada hidden desain untuk mengobok-obok kampus oleh KPK. Kalau mau memeriksa, kenapa tidak dibuatkan pertanyaan tertulis atau dikoordinasikan dulu dengan pihak kementerian pendidikan terkait dengan dugaan kasus korupsi tersebut," ujar Made Bakta saat ditemui dalam acara World Hindu Summit di Gedung Wisma Sabha, Sabtu (9/6/2012).
"Kalau ini dibiarkan maka citra kampus atau perguruan tinggi yang sebenarnya menjadi teladan masyarakat akan hilang atau semakin negatif. Mau dibawa kemana Indonesia ini," imbuhnya.
Menruut Made Bakta, dari 16 rektor yang akan diperiksa KPK, sudah adadua rektor yang telah dipanggil yaitu Rektor IPB Bogor dan Sultan Agung Tirtayasa Banten. Terkait pemanggilan KPK itu, Made Bakta mengaku sudah siapkan data dan fakta terkait dengan dugaan korupsi dana APBN-P tahun 2010 lalu. Ia mengaku semua prosedur dan persyaratan terhadap penggunaan anggaran tersebut sudah dilakukan sesuai mekanisme yang ada.
Universitas Udayana (Unud) Bali diduga menyelewengkan dana yang tergolong cukup banyak yakni Rp 30 miliar dari Rp 100 miliar yang di berikan pemerintah ke pihak Unud.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan