Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ketua DPD PDIP Bali Lecehkan Media Online

Minggu, 17 Juni 2012, 15:57 WITA Follow
Beritabali.com

google.com/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Ketua DPD PDIP Bali, Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi dinilai telah melakukan pelecehan terhadap jurnalis media online yang bertugas di Bali. Pelecehan dimaksud ketika Tjok Rat, sapaan Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi, menyebut jika media online ngawur dan memelintir berita,  terkait pernyataannya sendiri yang tak akan mengusung kembali Gubernur Made Mangku Pastika pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2013.

Hal ini disampaikan perwakilan jurnalis online Bali, Komang Suparta dan Bobby Andalan, di Denpasar hari ini (17/6/2012). "Saya rasa itu tidak ngawur, karena pernyataan itu disampaikan sendiri oleh Tjok Rat saat kami wawancarai usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Bali. Kami masih menyimpan rekaman pernyataan Tjok Rat," jelas Komang Suparta, saat memberi keterangan resmi di Denpasar.

Suparta menjelaskan, saat (7/6/2012), tak hanya media online yang mewawancarai Tjok Rat, seputar persiapan PDIP jelang Pilgub 2013. Bersama dengan beberapa jurnalis dari media online, waktu itu juga terdapat beberapa jurnalis media cetak.

"Sedikitnya ada tiga media cetak yakni Bali Post, Bali Tribune dan Fajar Bali. Mereka juga menurunkan materi sama dengan yang ditulis media online (kecuali Bali Post yang menurunkan keesokan harinya)," imbuh Bobby. Saat itu, jelas Suparta, sekumpulan wartawan mendatangi Tjok Rat yang sedang duduk santai usai Rapat Paripurna. Pertanyaan pertama meluncur dari Edison, jurnalis dari harian Bali Tribune yang menanyakan perihal kesiapan DPD PDIP Bali menyongsong Pilgub 2013.

"Tanpa digiring, Tjok Rat memaparkan jika dari aspirasi akar rumput, pada Pilgub 2013 PDIP akan mengusung kader sendiri dan bukan Pastika. Pernyataan itu kemudian didalami dan dikonfirmasi lagi oleh jurnalis lainnya, karena tak menyangka Tjok Rat akan menyatakan hal itu," kata jurnalis antaranews.com ini.

Seperti diketahui, pada Pilgub 2008 PDIP sukses mengantarkan Made Mangku Pastika yang berpasangan dengan Anak Agung Ngurah Puspayoga sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2008-2013. Pastika sendiri bukan kader tulen PDIP, karena saat ia memutuskan maju sebagai calon gubernur, Pastika baru saja mengakhiri karirnya di Polri sebagai Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional (BNN).

Atas hal itu, Tjok Rat memastikan jika PDIP akan mengusung kadernya sendiri pada Pilgub 2013. Saat ditanya bagaimana jika Ketua Umum PDIP, Megawati Sukarnoputri masih menginginkan Pastika, Tjok Rat justru meminta agar jangan mengultuskan putri Proklamator RI itu.

Sementara itu Bobby, juga menyatakan hal sama. Dalam wawancara yang dilakukan pada Kamis 7 Juni 2012 itu, sesepuh Puri Satria, Denpasar itu menegaskan jika aspirasi kader di tingkat bawah menginginkan agar PDIP mengusung kader pada Pilgub 2013.

"Tjok Rat menyatakan hal itu dengan alasan untuk mengembalikan citra partai. Dan, itu jelas ada dalam rekaman yang kami miliki," tegas jurnalis vivanews.com ini.

Baik Suparta maupun Bobby sama-sama menyesalkan pernyataan politisi kawakan itu yang dimuat koran harian Radar Bali hari Minggu tanggal 17 Juni 2012. Menurut mereka, tak sepantasnya Tjok Rat menyatakan demikian.

"Kami menyesalkan pernyataan tersebut. Kami meminta agar Tjok Rat meminta maaf secara terbuka atas pernyataannya itu. Ini karena kami tidak pernah bekerja ngawur dan sudah menggunakan standar kerja jurnalistik yang profesional," tegas mereka. Tjok Rat sendiri dalam wawancara saat itu (7/6/2012) memang menegaskan jika rencana mengusung kader untuk mengembalikan citra partai.

"Aspirasi menginginkan harus mengutamakan kader. Sebab mereka, kebanyakan menginginkan begitu. Ya, aspirasinya begitu. Bukan membenci Pastika, bukan. Ini untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada partai," kata Tjok Rat waktu itu.

"Ya artinya kader begitulah, dari aspirasi itu yang berkembang. Mengapa demikian, sebab semenjak masa reformasi PDIP banyak menjadikan ketua DPRD, bupati/walikota. Jadi orang-orang partai tidak membenci Pastika, tapi keinginan mereka demikian (mengusung kader)," tutur Tjok Rat.

Menurutnya, keinginan untuk mengusung kader oleh PDIP semakin menguat di tingkat bawah. "Tapi kan pertimbangan-pertimbangan itu DPP. Ini aspirasi akar rumput. Berdasar aspirasi Pilkada di Buleleng, banyak kader-kader yang bicara, eh, kenapa tidak kader yang dicalonkan, dijadikan gubernur, begitu dia," ulas sesepuh PDIP Bali ini waktu itu.

Saat ditanya apakah Tjok Rat siap maju sebagai gubernur, dia mengatakan, "Anda lihat saja apakah saya cocok sebagai gubernur. Tentunya saya ada pertimbangan-pertimbangan. Ini kan mengembalikan citra partai ini. Pastika bagus. Tetapi alangkah baiknya mengusung kader. Itu keinginan teman-teman begitu," urainya.

Bikin bupati, bikin ketua DPR, tiba-tiba gubernurnya orang lain. Peningkatan citra partai sangat berpengaruh. Survei, dan tetek bengek lagi. Makanya kita banyak menangkan karena disurvei berkali-kali. Partai punya ukuran. Pak Puspayoga diusung, kemungkinan ada. Saya mengerti lah Pastika masih punya popularitas bagus," kata dia.

 

"Tapi positif juga aspirasi akar rumput itu. Mereka kan punya kader yang untuk dicalonkan. Pastika peduli terhadap partai. Tapi urusan ini kan urusan partai ke depan. Silakan kalau Ibu Mega masih menginginkan Pastika. Itu kan DPP. Jangan mengultuskan Ibu Mega," tegas Tjok Rat.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami