Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Korban Sayangkan Berlarut-Larutnya Proses Hukum Nenek Loeana
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Berlarut-larutnya proses hukum Loeana Kanginnadhi (77) terdakwa penipuan dan penggelapan di Perngadilan Negeri Denpasar dengan alasan sakit, amat disayangkan pihak korban atau pelaporPutra Masagung selaku korban lewat kuasa hukumnya Juniver Girsang menyayangkan proses hukum yang berlarut-larut dan terkesan direkayasa agar berjalan lamban.
“Kami menyatakan keberatan terhadap proses hukum yang lamban termasuk proses persidangan yang tertunda-tunda ini. Apalagi kami telah menerima surat keterangan tim medis rumah sakit yang memeriksa kondisi kesehatan Loeana, yang dinyatakan dia sehat sehingga diperbolehkan pulang,“ kata Juniver dihubungi lewat telepon, Selasa (26/6/2012).
Menurut Juniver, sulit untuk diterima jika mantan Konsul Denmark itu dikatakan sakit sehingga agenda sidang kembali tertunda. "Apalagi Loeana sudah seringkali tidak hadir atau menghindari setiap ada persoalan baik sejak dalam proses penyidikan hingga pelimpahan. Sudah dua kali yang bersangkutan ditetapkan DPO baik saat penyidikan di kepolisian dan di tingkat kejaksaan, ini tentu menjadi catatan kami,” katanya.
Soal alasan penahanan Loeana juga dinilai sudah tepat mengingat yang bersangkutan telah dua kali melarikan diri baik tingkat penyidikan maupun pelimpahan. "Harusnya kuasa hukum terdakwa memahami hal itu sebab tertundanya sidang sebenarnya sangat merugikan tidak hanya bagi korban namun juga terdakwa.
Kalau merasa benar ya silakan dibuktikan di pengadilan bukan dengan menunda-nunda tidak pula harus lari,“ tegas Juniver. Menanggapi ketetapan majelis hakim yang menunda sidang untuk mendapat penjelasan dari tim medis independen dari Ikatan Dokter Indonesia IDI Denpasar terkait kondisi kesehatan Loeana, Juniver menyatakan menghormati keputusan tersebut.
Pada intinya kita ingin agar persidangan bisa secepatnya dilanjutkan dan terdakwa bisa dihadirkan di sidang guna membuktikan apakah bersalah atau tidak atas sangkaan tindak penipuan dan penggelapan dalam jual beli tanah. Kami ingin menuntut keadilan di sini, kalau terus tertunda-tunda seperti ini sungguh sangat capek,” tutupnya.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan