Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Perdagangan Penyu di Bali Turun Hingga 80 Persen
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hasil Survey lembaga pemerhati satwa ProFauna Indonesia menunjukkan perdagangan penyu di Bali mengalami penurunan hingga 80 persen. Sebelumnya ditahun 1999 perdagangan penyu di Bali dilaporkan mencapai lebih dari 30.000 ekor.
Ketua ProFauna Indonesia Wilayah Bali Jatmiko Wiwoho menyatakan, penurunan perdagangan penyu di Bali terjadi setelah Parisadha Hindu Darma Indonesia (PHDI) yang mengeluarkan bhisama atau fatwa untuk mengganti daging penyu dengan daging lainnya dalam upacara.
Namun yang lebih banyak saat ini ditemukan dilapangan adalah penggunaan karapas penyu untuk souvenir. “Kalau penyu itu dapat berupa souvenir dan juga telur tetapi sekali lagi perdagangan penyu itu angkanya sudah sedikit sekali, tidak setinggi dulu sudah rendah, karena kalau konsumsi penyu dengan Bhisama PHDI masih berlaku sangat bisa mencegah atau mengurangi,” papar Jatmiko Wiwoho.
Jatmiko Wiwoho menyebutkan, selama ini penyu yang diperdagangkan di Bali sebagian besar didatangkan dari Jawa Timur, Flores dan hasil tangkapan di Bali. Jatmiko menambahkan walaupun masih ada perdagangan penyu di Bali tetapi yang diperdagangkan kini sudah dalam bentuk daging sehingga sulit dilacak.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1945 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1699 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1569 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1519 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun