Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Abhiseka Buddha Rupang di Ashram Gandhi Puri
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ashram Gandhi Puri Sevagram yang dipimpin Brahmacari Agus Indra Udayana seakan tidak pernah sepi dari berbagai aktivitas. Sabtu (25/8/2012), Ashram yang terletak di Jalan Raya Paksebali, Desa Paksebali Sampalan, Klungkung ini menggelar acara abhiseka (ngelinggihang) Buddha Rupang (arca Buddha).
Buddha Rupang dengan mudra bhumi sparsa tersebut ditempatkan di sebelah arca Nabi Khonghucu dan menghadap ke arah timur. Di area seluas 1,3 hektar yang asri ini juga terdapat patung Bunda Maria, patung proklamator RI, Bung Karno, peraih Nobel perdamaian seperti YM. Dalai Lama, Nelson Mandela dan tentu saja Mahatma Gandhi.
BR Indra Udayana selaku pimpinan Ashram Gandhi Puri menyatakan sangat berbahagia karena Keluarga Buddhis Theravada Indonesia di Bali memberikan perhatian, memenuhi permohonan pihaknya untuk berdana mendanakan Buddha Rupang sehingga prosesi abhiseka bisa terlaksana dengan lancar.
“Dengan ditempatkan dan dipujanya Buddha Rupang di Ashram Gandhi Puri Sevagram, kami harapkan suasana keharmonisan dan kerukunan kehidupan beragama serta semangat perdamaian dapat terus kita jaga bersama, kami jadi teringat pesan almarhum Gus Dur saat berkunjung ke Ashram,” terang Brahmacari yang pada 2011 lalu menjadi salah satu peraih penghargaan International Jamnalal Bajaj Award atas perjuangan dan pengabdiannya yang konsisten pada nilai ajaran Mahatma Gandhi.
Prosesi abhiseka Buddha Rupang berukuran 1,3 meter dan terbuat dari batu candi ini dimulai Pk. 09.00 di Vihara Buddha Sakyamuni Denpasar, dipimpin Romo Gede Karyana bersama Pandita Magabudhi, dayaka sabha vihara serta Forum Ibu-ibu Buddhis. Turut hadir aktivis Made Suryawan. Setibanya Buddha Rupang ini di Ashram Gandhi Puri, langsung disambut BR.Agus Indra berserta para siswa dan Keluarga Buddhis Theravada Klungkung.
Setelah Buddha Rupang ditempatkan, selanjutnya di-prascita (disucikan) oleh Ida Peranda Istri Raka. Acara diakhiri dengan puja bakti dan meditasi dipimpin Romo Wilmana.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4528 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2341 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1989 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1604 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1047 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun