Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Pesta Arak, 3 Warga Kintamani Tewas
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pesta minuman keras jenis arak kembali memakan korban. Kali ini, 3 warga Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, meregang nyawa usai pesta arak. 3 warga yang tewas usai pesta arak ini masing-masing bernama Wayan Mundra, Wayan Sujana, dan Rastana. Ketiganya merupakan warga Desa Katung, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
2 korban yakni Wayan Mundra dan Wayan Sujana, dirujuk ke RSUP Sanglah Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 Wita dan satunya pukul 04.00 wita. Satu orang tewas pada Sabtu pagi 1 September 2012 pukul 09.00 Wita, sementara seorang lainnya menghembuskan nafas terakhir pada pukul 13.30 Wita.
"Keduanya tiba dalam waktu yang berbeda. Keduanya mengalami keluhan sama, menglami gangguan penglihatan dan mual-mual,” jelas staf Humas RSUP Sanglah, Kadek Nariartha , Sabtu (1/9/2012). Nariartha menyatakan pihaknya belum berani memastikan apakah keduanya tewas akibat menenggak arak metanol atau bukan.
“Arak metanol atau bukan, kami masih terus mendalami, tapi keduanya mengalami gejala sama seperti orang keracunan metanol pada umumnya,” jelasnya. Seorang korban meninggal lainnya yang bernama Rastana, meninggal sebelum sempat dilarikan ke rumah sakit. Ia tewas hanya beberapa saat setelah pesta miras.
Tiga warga Kintamani yang tewas ini sebelumnya diketahui berpesta minuman keras jenis arak bersama teman-temannya. Belasan orang lainnya yang diduga keracunan arak, kini masih dirawat di Instalasi Rawat Darurat RSUP Sanglah Denpasar.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang