Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Kampanyekan Penyelamatan Orang Utan Melalui Lagu
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Band grunge rock asal Bali, Navicula, mengkampanyekan pentingnya penyelamatan orang utan melalui lagu. Melalui lagu berjudul orang utan, band yang dijuluki Green Grunge Gentlemen mengingatkan akan ancaman kepunahan orang utan akibat ekspansi perkebunan sawit yang mengabaikan kelestarian lingkungan.
Vokalis sekaligus gitaris Navicula, Gede Robi Supriyanto berharap kampanye penyelamatan orang utan melalui lagu akan lebih menggugah kepedulian masyarakat akan orang utan dan lingkungan. Mengingat orang utan adalah salah satu indikator dalam kelestarian lingkungan. Menurut Robi, kampanye penyelamatan orang utan juga berarti penyelamatan hutan sebagai habitat orang utan.
“Kita bukan pencinta satwa, kita lebih ke habitanya hutan hujan alami di Indonesia, kita lebih konsen kesitu dan kita sepakat bahwa yang paling efektif adalah penegakan hukum, mengenai perlindungan hutan di Indonesia, kalau kita kerucutkan semua elemen mendukung itu” papar Gede Robi Supriyanto, di Denpasar (1/9/2012). Gede Robi juga berharap pemerintah menindak tegas pelaku-pelaku pembantaian terhadap orang utan.
Menurut rencana Navicula juga akan mengkampanyekan penyelamatan orang utan melalui lagu berjudul orang utan di festival internasional "Envol et Macadam" pada 7-8 September mendatang di Kanada. Sebelumnya Navicula, memenangkan kompetisi Planetrox untuk mewakili Indonesia di festival internasional "Envol et Macadam" di Quebec, Kanada.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3309 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 779 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 718 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman