Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 15 Juni 2026
Ular Piton Tiga Meter Gegerkan Warga Desa Penyaringan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Warga Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana, digegerkan dengan penemuan ular piton sepanjang tiga meter. Ular itu ditangkap setelah memangsa ayam milik warga setempat.
Ular yang diperkirakan berat 10 kilogram itu ditangkap setelah memangsa ayam milik Ketut Suparta, di Desa Penyaringan, Jumat (7/9) pagi, sekitar pukul 07.00 WITA. Saat itu, pemilik Ketut Suparta (45) hendak memberikan makanan kepada ayam ternaknya. “Saya mau memberikan ayam makan, tetapi setelah melihat ke kandang terlihat ular sedang melingkar di dalam kandaNG,” ungkap Suparta, ditemui Beritabali.com, Jumat (7/9).
Karena tidak berani menangkap, ia memanggil warga sekitar dan memanggil seorang dokter hewan yang rumahnya tidak jauh dari penemuan ular. Warga segera berdatangan dan kesulitan untuk menangkap ular tersebut. Setelah dibius ular tersebut baru bisa ditangkap. Binatang melata itu disimpannya di dalam sebuah kotak dari jaring besi berukuran satu meter.
Guna mengamankan agar tidak menyerang benda di sekitarnya, pintu kotak di bagian diikat dengan menggunakan tali. Menurut warga sekitar, penemuan ular sudah yang kedua kalinya di Desa Penyaringan. Ular berjenis kelamin perempuan itu diperkirakan baru berusia delapan tahun. Menurut Gusti Putu ,Suasnawa ular itu masih muda. Ukuran tersebut tergolong kecil dan masih bisa tumbuh hingga sebesar paha.
Gusti Putu Suasnawa yang seorang Dokter Hewan itu mengaku belum tahu apa yang akan dilakukan pada ular tersebut. Menurut dia, ular ini akan saya pelihara. “ular ini saya tidak akan bunuh melainkan saya pelihara di rumah,” ujarnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Kasus Penjualan Gading Gajah di Tampaksiring Masuk Tahap Penuntutan
Dibaca: 1021 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli