Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Usai Santap Makanan, Puluhan Warga Buleleng Keracunan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Puluhan orang warga di Dusun Taman Sari, Desa Tinga-Tinga, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, Minggu (16/9) siang mengalami keracunan makanan seusai menyantap makanan dalam upacara satu bulan tujuh hari kematian salah satu kerabatnya.
Korban yang kondisinya parah terpaksa harus dirujuk ke unit gawat darurat RSUD Buleleng untuk menjalani perawatan yang lebih intensif. Sementara korban yang kondisinya tidak terlalu parah dirawat di puskesmas terdekat. Sedikitnya 25 orang warga baik orang tua, dewasa serta anak-anak menjadi korban keracunan usai menikmati suguhan makanan olahan ayam pada upacara pada Sabtu (15/9) siang kemarin. Rata-rata korban yang mengalami keracunan tersebut mengalami pusing-pusing, muntah serta mencret.
Menurut Gede, salah seorang warga yang juga sempat menyantap makanan tersebut menyatakan setelah beberapa menyantap makanan itu dirinya merasa pusing-pusing dan badan menjadi lemas, namun tidak berselang lama dua anaknya yang berusia 13 tahun dan 7,5 tahun yang sempat menyantap makanan juga mengalami hal yang sama sehingga dua anaknya juga langsung dibawa ke puskesmas tinga-tinga untuk menjalani perawatan.
"Beberapa jam usai menyantap makanan itu dirinya merasa pusing-pusing dan badan menjadi lemas, dua anak saya juga mengalami hal yang sama," tutur Gede, saat di hubungi, Minggu (16/9) siang. Menurut salah satu dokter jaga di UGD RSUD Buleleng, dr Mahar menyatakan pihaknya menerima rujukan pasien dari puskesmas tinga-tinga karena keracunan makanan. Gejala pasien umumnya mengalami pusing, mual serta diare. Namun sejauh ini pasien belum ada tanda-tanda dehidrasi.
Pihaknya akan terus memantau kondisi pasien termasuk beberapa anak-anak yang megalami keracunan. "Umumnya pasien keracunan mengalami pusing, mual serta diare. Namun sejauh ini pasien belum ada tanda-tanda dehidrasi dan hingga kini masih terus kita pantau," jelas dr Mahar.
Informasi terakhir sedikitnya 25 orang menjalani perawatan dari kasus keracunan makanan tersebut dan kemungkinan korban akan bertambah karena banyaknya warga yang menyantap makanan tersebut.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun