Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Usai Santap Makanan, Puluhan Warga Buleleng Keracunan

Minggu, 16 September 2012, 18:11 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Puluhan orang warga di Dusun Taman Sari, Desa Tinga-Tinga, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, Minggu (16/9) siang mengalami keracunan makanan seusai menyantap makanan dalam upacara satu bulan tujuh hari kematian salah satu kerabatnya.

Korban yang kondisinya parah terpaksa harus dirujuk ke unit gawat darurat RSUD Buleleng untuk menjalani perawatan yang lebih intensif. Sementara korban yang kondisinya tidak terlalu parah dirawat di puskesmas terdekat.   Sedikitnya 25 orang warga baik orang tua, dewasa serta anak-anak menjadi korban keracunan usai menikmati suguhan makanan olahan ayam pada upacara pada Sabtu (15/9) siang kemarin. Rata-rata korban yang mengalami keracunan tersebut mengalami pusing-pusing, muntah serta mencret.

Menurut Gede, salah seorang warga yang juga sempat menyantap makanan tersebut menyatakan setelah beberapa menyantap makanan itu dirinya merasa pusing-pusing dan badan menjadi lemas, namun tidak berselang lama dua anaknya yang berusia 13 tahun dan 7,5 tahun yang sempat menyantap makanan juga mengalami hal yang sama sehingga dua anaknya juga langsung dibawa ke puskesmas tinga-tinga untuk menjalani perawatan.

"Beberapa jam usai menyantap makanan itu dirinya merasa pusing-pusing dan badan menjadi lemas, dua anak saya juga mengalami hal yang sama," tutur Gede, saat di hubungi, Minggu (16/9) siang. Menurut salah satu dokter jaga di UGD RSUD Buleleng, dr Mahar menyatakan pihaknya menerima rujukan pasien dari puskesmas tinga-tinga karena keracunan makanan. Gejala pasien umumnya mengalami pusing, mual serta diare. Namun sejauh ini pasien belum ada tanda-tanda dehidrasi.

Pihaknya akan terus memantau kondisi pasien termasuk beberapa anak-anak yang megalami keracunan. "Umumnya pasien keracunan mengalami pusing, mual serta diare. Namun sejauh ini pasien belum ada tanda-tanda dehidrasi dan hingga kini masih terus kita pantau," jelas dr Mahar.

 

 

Informasi terakhir sedikitnya 25 orang menjalani perawatan dari kasus keracunan makanan tersebut dan kemungkinan korban akan bertambah karena banyaknya warga yang menyantap makanan tersebut. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami