Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Bali Gagas
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali akan digelar 15 Mei 2013. Pesta demokrasi lima tahunan itu diharapkan mampu menyuguhkan atraksi tersendiri bagi wisatawan. Hal ini diutarakan Wakil Ketua DPRD Bali, I Ketut SUwandhi, Kamis (20/9/2012). Suwandhi menyebut Pilgub Bali 2013 dengan istilah pariwisata Pilkada.
"Kita ingin Bali ini menjadi pilot project pemilu damai tanpa mengurangi kualitas, sehingga hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara," kata Suwandhi. Bagi Suwandhi konvoi pengerahan massa oleh partai politik saat kampanye sudah tak sesuai dengan konteks kekinian. Penjabaran visi misi dan dialog kandidat, menurut dia, adalah tawaran yang mesti dikedepankan untuk membangun Bali ke depan.
"Itu pertanda bahwa dalam setiap even menjadi lebih berkualitas. 2013 (Pilgub Bali) kami akan usulkan begitu," ungkap politisi Partai Golkar itu. Suwandhi berharap pemasangan alat peraga kampanye dilakukan secara serentak di titik yang disetujui oleh pemkab/pemkot se-Bali. "Misal pemasangan spanduk atau bendera. Itu dilakukan dengan ukuran sama, tiang yang sama, di satu titik yang diizinkan. Sehingga tak ada lagi alat peraga yang tertinggal setelah Pilkada," kata dia.
"Saat ini setelah hajatan Pilkada usai, masih banyak alat peraga yang tertinggal, tidak diurus si empunya. Belum lagi striker yang merusak pemandangan dan membuat kumuh kota. Kita ingin hal ini dibenahi," ujar Suwandhi. Yang terpenting dalam Pilkada, sambung Suwandhi, adalah kondusifitas keamanan dan kenyamanan masyarakat.
"Jangan pemilu itu dianggap sebagai sebuah gawean yang gawat. Mari kita tunjukkan kondusifitas untuk Bali. Masyarakat bisa tenang bekerja, dinamika demokrasi pun berjalan lancar," imbuh dia.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun