Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Hari Perdamaian Dunia Diperingati di Ubud
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Hari perdamaian dunia hari ini (21/9/2012) diperingati di Ubud Bali. Peringatan hari Perdamaian Dunia ini diwarnai dengan peresmian Monumen Global Harmoni atau keselarasan global. Pentas musik bajan atau lagu-lagu rohani, menjadi salah satu acara dalam peringatan hari Perdamaian Dunia di Ubud Bali. Pentas musik ini dibawakan oleh warga yang berasal dari berbagai etnis dan agama.
Dalam pentas bajan ini, para penyanyi membawakan lagu-lagu rohani yang berasal dari berbagai tradisi dan keyakinan mulai Hindu, Kristen dan Islam. Hasilnya sebuah kolaborasi lagu unik yang menggemakan perdamaian dan kerukunan antara umat beragama.
"Untuk menciptakan kedamaian, ketenangan, dan keharmonisan, dimulai dari diri sendiri. Setelah itu baru disebarkan ke tetangga terdekat, lingkungan dan seluruh dunia. Membangun masyarakat yang berkesadaran, membangun masyarakat yang damai, dimulai dari diri sendiri," ujar Wayan Sayoga, panitia peringatan Perdamaian Dunia.
Dalam peringatan hari Perdamaian Dunia ini, juga dilakukan penandatanganan prasasti perdamaian. Penandatanganan prasasti ini dilakukan oleh tokoh masyarakat dan tokoh dari berbagai agama dan aliran kepercayaan baik dari dalam maupun luar negeri seperti dari Amerika, India, dan Australia.
Di akhir acara, dilakukan peresmian Monumen Perdamaian Global Harmoni atau keselarasan global. Monumen ini merupakan simbol perdamaian dan harmoni dunia karena terdapat berbagai simbol agama yang ada di dunia.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3788 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1731 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang