Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kaldera Gunung Batur Masuk Jaringan

Senin, 1 Oktober 2012, 18:16 WITA Follow
Beritabali.com

google.com/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) atau Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB akhirnya menetapkan kawasan Kaldera Gunung Batur Kintamani, Bangli Bali sebagai bagian dari Global Geopark Network (GGN) atau jaringan taman bumi global.

Penetapan tersebut dilakukan saat Konferensi Geopark Eropa yang ke 11 di Geopark Auroca, Portugal pada 20 September lalu. UNESCO juga telah mengeluarkan sertifikat Global Geoparks Network untuk Kaldera Gunung Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli. Dengan penetapan ini kaldera Gunung Batur menjadi geopark pertama di Indonesia.

Bupati Bangli I Made Gianyar saat ditemui di Jimbaran Badung menyatakan tantangan kedepan adalah menata kawasan Kaldera Gunung Batur agar lestari, termasuk menata 15 desa yang ada di kawasan Kaldera Gunung Batur. Dimana di kawasan Kaldera Gunung Batur terdapat 15 desa yang akan dikembangkan sebagai destinasi wisata.

“Master plan sudah tetapi perlu disempurnakan, nanti habis ini ada langkah-langkah teknis dan taktis yang kami lakukan di pemerintah Kabupaten Bangli dan ada 15 desa dan konsep pengelolaanya sedang dibahas sekarang di pakai pilot project DMO (destination management organization) untuk kawasan pariwisata,” ujar I Made Gianyar, Senin (1/10/2012).

Gianyar menyebutkan untuk melakukan penataan kawasan Kaldera Gunung Batur, pemerintah pusat telah mengalokasikan dana mencapai Rp. 20 miliar. Dana yang bersumber dari APBN tersebut, salah satunya akan digunakanuntuk pembangunan geosite. “Di bawah geopark ada geosite, ada warisan-warisan bumi letusan tahun sekian, harus diamankan, sehingga ini proses komunikasi juga, jika nanti ada anak-anak datang kesana untuk mempelajari jenis batuan,” katanya.

 

 

Ia menambahkan penetapan geopark ini merupakan penghargaan dari UNESCO terhadap pengelola taman bumi yang mampu melaksanakan pelestarian geologi dan sekaligus memanfaatkannya sebagai daya tarik wisata.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/mul



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami